Mahasiswa Curhat ke Anggota DPR RI di Rusia, Ini KataTutik Kusuma Wardhani

Ketua Permira Moskow, Ade Irma Elvira menyampaikan keresahan hati mahasiswa yang hidup di Rusia karena memperoleh beasiswa yang sangat minim.

Mahasiswa Curhat ke Anggota DPR RI di Rusia, Ini KataTutik Kusuma Wardhani
KBRI Moskow
Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, M Wahid Supriyadi berbicara di depan delegasi Komisi XI DPR RI dalam pertemuan di Wisma Duta Besar Republik Indonesia, Kota Moskow, Senin (3/9/2018). Anggota Komisi XI DPR RI asal Bali, Tutik Kusuma Wardhani (paling kanan) menyayangkan terhentinya beasiswa dari pemerintah. 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) di Kota Moskow, Rusia, bertemu dan curhat (mencurahkan isi hati) di depan delegasil Komisi XI DPR RI, di Wisma Duta Besar Republik Indonesia, Kota Moskow, Senin (3/9/2018) pekan lalu.

Ketua Permira Moskow, Ade Irma Elvira menyampaikan keresahan hati mahasiswa yang hidup di Rusia karena memperoleh beasiswa yang sangat minim.

"Kami di sini mendapat beasiswa belajar, mulai dari bahasa persiapan hingga perkuliahan dan cash money, tetapi tidak besar yaitu Rp 240.000 jika dikonversikan ke rupiah. Sedangkan biaya hidup mencapai 300 dolar AS sampai 500 dolar AS per bulan," kata mahasiswi S3 jurusan Lingkungan, spesialisasi Ilmu Biologi di Russian State Agrarian University - Moscow Timiryazev Agricultural Academy (RSAU-MTAA) itu.

"Tahun 2014 lalu saya sempat mendapatkan beasiswa topup LPDP yaitu beasiswa yang bersifat kolektif. Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan dan bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Rusia. Tetapi beasiswa tersebut hanya bertahan hingga 2016. Sejak 2017 hingga 2018 beasiswa tersebut sudah tidak ada lagi," kata Ade.

Menurut Ade, beasiswa yang dulu sempat dirasakan sebagian besar mahasiswa Indonesia di Rusia itu sangat membantu bagi mahasiswa.

“Bagaimana tidak, karena beasiswa tersebut bisa meringankan beban orangtua kami yang ada di Tanah Air. Bahkan tak sedikit dari kami yang lahir dari keluarga yang pas-pasan. Jadi kami harap Bapak dan Ibu (delegasi Komisi XI DPR RI, Red) membantu kami,” ujar Ade. 

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Demokrat dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani yang ikut bersama rombongan dan ikut mendengarkan curhatan mahasiswa menyayangkan terhentinya beasiswa dari pemerintah Indonesia, apalagi beasiswa dari pemerintah Rusia sangat minim.

"Padahal mereka anak-anak pilihan yang bisa masuk program tersebut. Seharusnya aset bangsa ini perlu mendapat support dari Pemerintah Indonesia, agar setelah lulus kuliah mereka bisa kembali ke Indonesia dan nanti diajak untuk membangun negeri yang kita cintai. Kita akan sampaikan ini ke pemerintah,” ujar Tutik yang maju lagi sebagai caleg DPR RI dari Partai Demokrat dapil Bali, ini.

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi turut membantu menyampaikan apa yang tengah mahasiswa rasakan, baik kepada delegasi Komisi XI DPR RI maupun kepada setiap kepala daerah yang berkunjung ke Rusia

"Biaya hidup di Rusia itu murah dan mahasiswa Indonesia di sini pun tidak begitu banyak sekitar 468 orang. Untuk menambah penghasilan, mahasiswa di sini tidak leluasa bekerja karena visa yang mereka miliki adalah visa pelajar, bukan visa pekerja, belum lagi aturan pemerintah Rusia sangat ketat sehingga tugas mahasiswa di sini hanyalah belajar dan belajar," kata Dubes Wahid. 

"Tak banyak yang kami minta dari Bapak dan Ibu (delegasi Komisi XI DPR RI, Red) yang hadir di sini. Kiranya mohon sampaikan pada Pemerintah Indonesia bahwa ada putra dan putri bangsa yang berprestasi sedang berjuang menuntut ilmu dan butuh perhatian khusus dari negeri tercinta. Kelak kami selesai akan kembali ke Indonesia dan mengabdi," kata Ade sambil menyerahkan proposal kepada ketua delegasi Komisi XI. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved