Ni Komang Sri Histeris Bayinya Tewas Terseret Air Sungai di Mengwi, Begini Kronologinya

Ni Komang Sri (43) histeris berlari keluar dari dapurnya saat mendengar jeritan ponakannya.

Ni Komang Sri Histeris Bayinya Tewas Terseret Air Sungai di Mengwi, Begini Kronologinya
Tribun Bali/Agus Aryanta
Tribun Bali/Komang Agus Aryanta MENUNGGU - Ni Komang Sri  (kiri) didampingi kedua anaknya saat menunggui putranya di depan ruang jenazah Rumah Sakit Umum Mangusada Badung, Sabtu (8/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Ni Komang Sri (43) histeris berlari keluar dari dapurnya saat mendengar jeritan ponakannya.

Ia keluar saat mendengar anak bungsungnya I Komang Ridi Wiguna yang berusia 13 bulan jatuh ke sungai di dekat tempat ia tinggal di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Mengwi, Badung, Sabtu (8/12/2018).

Saat itu, wanita asal Banjar Pedahan Kaja, Desa Tianya Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem itu hanya melihat air sungai yang besar, dan hanya menangis menunggu evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung.

Bahkan warga setempat juga terkejut melihat kejadian tersebut.

Pasalnya balita itu hanyut bersama sepeda bayinya dan masuk ke gorong-gorong yang panjangnya sekitar 25 meter.

Menurut warga di lokasi, sekitar pukul 06.30 Wita, balita tersebut sedang diasuh dengan menggunakan sepeda bayi di pinggir sungai (TKP) oleh Komang Lata, keponakan dari ayah balita tersebut.

Seorang warga saat menunjukkan lokasi kejadian bayi yang hanyut di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Mengwi Badung, Bali pada Sabtu (8/12/2018)
Seorang warga saat menunjukkan lokasi kejadian bayi yang hanyut di Banjar Munggu, Desa Gulingan, Mengwi Badung, Bali pada Sabtu (8/12/2018) (Tribun Bali / I Komang Agus Aryanta)

Saat itu, ia sambil bermain memungut batu-batu kecil dan melempar batu-batu kecil tersebut ke sungai.

Ketika Komang Lata sedang memungut batu-batu kecil, tiba-tiba sepeda bayi tersebut tergelincir ke sungai bersama korban dan hanyut ke arah selatan.

"Tadi sekitar pukul 06.30 Wita kejadiannya. Balita itu jatuh karena kakak sepupunya yang mengajak dia, hendak mengambil batu.

Setelah mengambil batu, dilihatnya adiknya sudah jatuh dan masuk ke gorong-gorong,” ujar salah satu warga saat di temui di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved