Pelukis Disabilitas Berkarya di Atas Kursi Roda, Piadnya Senang Bisa Naik Pesawat Gara-gara Melukis

Walaupun kesehariannya berada di atas kursi roda, namun ia mampu menuangkan buah pikirannya dalam bentuk karya lukis

Pelukis Disabilitas Berkarya di Atas Kursi Roda, Piadnya Senang Bisa Naik Pesawat Gara-gara Melukis
Koleksi Pribadi Wayan Piadnya
Wayan Piadnya memperlihatkan karyanya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI COM, DENPASAR - Walaupun terlahir tak sempurna, namun langkah dan perjuangan tak harus terhenti.

Hal itulah yang dilakukan oleh I Wayan Piadnya yang memang lahir tak sempurna karena menderita disabilitas.

Ia mulai berjuang dengan menggoreskan kuas di atas canvas alias melukis.

Walaupun kesehariannya berada di atas kursi roda, namun ia mampu menuangkan buah pikirannya dalam bentuk karya lukis.

Dan berkat melukis tersebut ia bisa naik pesawat untuk pertama kalinya.

"Saya mulai melukis dari tahun 1997," kata Piadnya ketika dihubungi Minggu (9/12/2018) siang.

Ia menambahkan, pilihannya jatuh pada dunia lukis karena berawal dari pemikiran pekerjaan apa yang mesti diambil agar tak selalu ketergantungan dengan orang lain.

"Dulu saya berpikir pekerjaan apa yang bisa saya lakukan? Tidak mungkin orang tua bisa terus-terusan ngayahin (memelihara). Walaupun fisik tidak sempurna saya akan berbuat. Segimana bisa segitu yang saya lakukan," tutur lelaki kelahiran 29 Oktober 1984 ini.

Saat ini dirinya tinggal di Kedewatan, Ubud, Gianyar.

Lukisannya mengambil tema Bhineka Tungal Ika atau keberagaman.

"Gara-gara melukis ini saya bisa naik pesawat terbang. Itu pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Tahun 2004 itu saya ke Jogjakarta, studi banding bersama ibu Kartika Affandi anak dari pelukis Affandi," katanya.

Ia juga menceritakan salah satu karyanya yang berjudul Bencana.

Karya ini bercerita tentang manusia momo dan meninggalkan ajaran kebaikan.

"Manusia sekarang tidak pernah puas. Punya ini nyari itu walaupun dasarnya tidak bagus. Contohnya menebang pohon secara sembarangan. Begitu juga tempat suci dipakai objek wisata," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved