Pengobatan Alternatif Tanpa Sentuhan, Satu Pasien Ditangani 3 Orang

Selain yoga, pameran, stand kuliner, hingga donor darah, Festival Pasraman Indonesia 2018 juga diisi dengan pengobatan non medis

Pengobatan Alternatif Tanpa Sentuhan, Satu Pasien Ditangani 3 Orang
Tribun Bali/I Putu Supartika
Pengobatan alternatif dalam Festival Pasraman Indonesia 2018, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain yoga, pameran, stand kuliner, hingga donor darah, Festival Pasraman Indonesia 2018 juga diisi dengan pengobatan non medis.

Beberapa masyarakat menyampaikan keluhannya mulai dari sakit pinggang, sesak, sulit bergerak, cemas, masuk angin, hingga struk.

Salah seorang peserta pengobatan alternatif, Gung Bayu merasa lebih rileks usai mengikuti pengobatan ini.

"Saya punya keluhan sering masuk angin dan sulit tidur. Setelah ikut pengobatan ini saya merasa sedikit rileks.

Pengobatan alternatif yang dilaksanakan dalam Festival Pasraman Indonesia 2018 yang digelar di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar ini dilaksanakan oleh Yayasan Segara Giri.

Satu orang pasien ditangani oleh tiga orang.

Sebelum memulai pengobatan, pasien diminta untuk berdoa.

Bahkan, wartawan Tribun Bali pun sempat ikut mencobanya.

Wakil Ketua Yayasan Segara Giri, Nyoman Ariadi, selaku pelaksana pengobatan alternatif mengaku banyak masyarakat yang datang ke lokasi pengobatan alternatif untuk ketenangan jiwa mereka.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved