Suami Tewas Dibantai Kelompok Separatis di Nduga Papua, Agus Ceritakan Pembicaraan Terakhirnya

Suasana duka masih menyelimuti Agus Rudia Pasa pasca-meninggalnya sang suami, Samuel Pakiding, akibat dibantai kelompok kriminal separatis bersenjata

Suami Tewas Dibantai Kelompok Separatis di Nduga Papua, Agus Ceritakan Pembicaraan Terakhirnya
dok kementrian PUPR
Proyek pembangunan jembatan Nduga, bagian dari proyek Tans Papua dihentikan sementara seusai insiden pembunuhan 31 pekerja PT Istaka Karya ole 

TRIBUN-BALI.COM, SAMARINDA - Suasana duka masih menyelimuti Agus Rudia Pasa pasca-meninggalnya sang suami, Samuel Pakiding, akibat dibantai kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Bukit Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Dilansir Tribun Bali dari laman Kompas.com, saat ditemui di rumah duka di Jalan Tengko Situru RT 25 KM 5 Bukit Sion, Jahab, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (8/12/2018), Agus masih ingat betul komunikasi terakhir dengan suaminya.

Agus menjelaskan, selama ini ia dan suaminya, Samuel hanya bisa berkomunikasi lewat ponsel beberapa kali.

Sebab, di lokasi tempat Samuel bekerja, tidak ada sinyal dan sulit dijangkau kendaraan.

“Dia berangkat ke Papua tanggal 13 Oktober, tanggal 14 November komunikasi terakhir, karena dia turun ke Timika. Dia bercerita, dia sangat hati-hati di sana. Dia tidak berani macam-macam karena jika ada masalah walau sepele akan berujung penumpasan,” ujarnya.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. (facebook/TPNPB)

Saat itu, firasat Agus sudah tidak enak. Dia sempat melarang Samuel untuk pergi naik gunung ke lokasi kerjanya di Nduga.

Agus memaksa Samuel untuk menetap di Timika dan mencari pekerjaan lain.

Baca: Bantai Pekerja Istaka Karya di Papua, Komandan KKB Beri Pernyataan Begini Hingga Tantang TNI Polri

Namun Samuel menolak. Samuel beralasan, tidak enak meninggalkan bos dan rekan-rekannya yang sama-sama bekerja di PT Istaka Karya.

“Terakhir telepon itu, dia bilang ditawari kerja borongan membangun sekolah di Timika, saya setuju sekali. Saya bilang tidak usah naik ke Nduga lagi, kerja saja bangun sekolah. Tapi dia bilang tidak enak meninggalkan teman-temannya. Jadi dia naik lagi dan meneruskan pekerjaan bersama PT Istaka Karya,” tuturnya.

Tidak disangka, percakapan itu adalah percakapan terakhir antara Agus dan Samuel.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved