Bali Hai dan Produk-produk Indonesia Mulai Masuk Timur Jauh Rusia

Salah satu produk bir ternama Indonesia “Bali Hai” misalnya, sudah masuk di 90 persen supermarket di wilayah Primorsky Krai dsk.

Bali Hai dan Produk-produk Indonesia Mulai Masuk Timur Jauh Rusia
KBRI Moskow
Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi (kanan) bersama Valentin Ushakov, importir bir Indonesia "Bali Hai" di sebuah supermarket di Vladivostok, Kamis (6/12/2018) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, VLADIVOSTOK - Produk-produk Indonesia seperti bir, kopi, dan furnitur mulai masuk pasar Timur Jauh Rusia, dari Provinsi Primorsky Krai yang beribukota Vladivostok sampai Siberia, dan bahkan Moskow.

Salah satu produk bir ternama Indonesia “Bali Hai” misalnya, sudah masuk di 90 persen supermarket di wilayah Primorsky Krai dan sekitarnya.

Hal itu terungkap dari kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi, ke Vladivostok pada 5-7 Desember 2018.

Dalam kunjungan tersebut, Dubes Wahid didampingi Minister Counsellor Ekonomi, Edi Suharto, Atase Perdagangan RI di Rusia, Farid Amir dan Sekretaris I Pensosbud, Enjay Diana.

Direktur Jenderal Trade Group, Valentin Ushakov, selaku importir bir “Bali Hai” mengatakan besarnya peluang pasar di wilayah Timur Jauh Rusia.

Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen bir Indonesia mulai Desember 2017.

Sejak kedatangan kontainer pertama pada Februari 2018 hingga akhir tahun 2018, perusahaannya telah mengimpor sebanyak 30 kontainer senilai USD 400-450 ribu.

Valentin Ushakov juga berkeinginan mengimpor produk lainnya dari Indonesia seperti minyak goreng dan kopi instan.

"Bir Indonesia diminati di Rusia. Pasar kami tidak hanya wilayah Timur Jauh Rusia, tetapi juga sudah sampai ke Moskow. Pada tahun 2019 direncanakan akan impor sekitar 100 kontainer dengan nilai sekitar USD 1,5 juta," kata Valentin Ushakov saat bertemu Dubes Wahid dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Senin (10/12/2018).

Pengusaha lainnya Ananesyan Goraevich, Direktur LCC "Ermak" berkeinginan mengimpor produk-produk Indonesia, seperti minyak sawit, kopi, mie, dan kertas.

Halaman
1234
Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved