Terjebak di Lingkaran Setan Aplikasi Pinjaman Online, Awalnya Mudah Namun Jadi Masalah

Penagihan tak hanya dilakukan kepada peminjam, tapi ke seluruh kontak telepon yang tersimpan di ponsel peminjam.

Terjebak di Lingkaran Setan Aplikasi Pinjaman Online, Awalnya Mudah Namun Jadi Masalah
dreamstime
Ilustrasi transaksi keuangan secara digital 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Adanya aplikasi pinjaman online alias fintech peer to peer lending, membuat masyarakat semakin mudah melakukan pinjaman uang tanpa melalui bank yang memililki birokrasi berbelit-belit atau menggadai barang.

Apalagi syarat yang diajukan cukup mudah, hanya perlu menyerahkan salinan KTP, lembar pertama buku tabungan, dan dokumen lainnya.

Saking mudahnya, penggunaan aplikasi ini seolah candu.

Peminjam bisa langsung membuka akun di aplikasi pinjaman online lainnya untuk menutupi utang sebelumnya.

Hal inilah yang membuat aplikasi pinjaman online ini seperti lingkaran setan.

Pengacara publik LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait mengatakan, pola tersebut diketahui setelah adanya pengaduan pengguna aplikasi pinjaman online ke LBH Jakarta.

Diduga ada pelanggaran hukum dan hak asasi manusia yang dilakukan aplikasi tersebut dalam berbagai bentuk.

Jeanny mengatakan, mayoritas pengadu memiliki hingga 5 aplikasi pinjaman online.

Namun, ada sebagian yang menggunakan puluhan aplikasi untuk meminjam uang.

"Bahkan sampai ada yang menggunakan 36-40 aplikasi," kata Jeanny di kantor LBH, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved