Kerja di Dealer Motor di Singaraja, Ibu 3 Anak Ini Kantongi Rp 600 Juta, Ternyata Main Modus

Modusnya dengan cara menggelapkan uang kontan pembelian motor, menjadi kredit. Setiap pelanggan yang membeli sepeda motor Yamaha jenis N-Max secara

Kerja di Dealer Motor di Singaraja, Ibu 3 Anak Ini Kantongi Rp 600 Juta, Ternyata Main Modus
TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
PENIPUAN - Polisi menunjukkan barang bukti sejumlah motor Yamaha N-Max hasil penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku Laksmi, Selasa (11/12/2018). 

Kerja di Dealer Motor, Ibu 3 Anak Ini Kantongi Rp 600 Juta, Ternyata Main Modus

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masih ingat dengan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan karyawan dealer motor di kawasan Singaraja, bernama Kadek Sri Laksmi (28)?

Setelah polisi melakukan pendalaman, wanita yang dikaruniai tiga anak ini rupanya telah menggelapkan 16 unit motor Yamaha N-Max, dan satu unit motor Yamaha Jupiter MX.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat menjelaskan, belasan motor itu ia gelapkan sejak 2017.

Modusnya dengan cara menggelapkan uang kontan pembelian motor, menjadi kredit.

Baca: Terlilit Kasus Dugaan Korupsi Biogas Nusa Penida, Anggota DPRD Klungkung dan Kabid Resmi Ditahan

Baca: Kenal Korban di Facebook, Wagiran Langsung Nyatakan Cinta, Saat Ditolak Korban Diperkosa dan Dibunuh

Baca: Video Telanjang di Kamar Mandi Hotel Viral, Wanita Ini Gugat Manajemen Hotel Rp 1,4 Triliun

Setiap pelanggan yang membeli sepeda motor Yamaha jenis N-Max secara kontan di dealernya, justru diajukan sebagai kredit.

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) milik belasan korban inipun juga diagunkan di salah satu finance sebagai jaminan.

Alhasil, tindak kejahatan tersangka Laksmi pun terbongkar.

Ini setelah beberapa korban mengeluh didatangi oleh debt kolektor.

Korban dinilai menunggak cicilan kendaraannya.

Padahal, motor itu mereka beli secara kontan.

Atas kasus tersebut, polisi akhirnya melakukan pendalaman. Rupanya ada 17 orang yang menjadi korban kejahatan Laksmi.

“Jadi kalau dihitung total kerugiannya mencapai Rp 600 juta. Seluruh korban dari Buleleng. Mereka melapor dari Bulan April hingga Juli 2018,” jelas AKP Mikael. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved