Ungkap Detik-detik Terakhir Saat Rea Tergulung Ombak, Putu Angga: Tersenyum Sebelum Lepas Tangan

Suasana duka terasa di rumah Kadek Rea Andika (13), Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan, Senin (10/12).

Ungkap Detik-detik Terakhir Saat Rea Tergulung Ombak, Putu Angga: Tersenyum Sebelum Lepas Tangan
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
MENGENANG ALMARHUM - Ni Wayan Sumitri mentesakan air matanya saat menceritakan almarhum anaknya, Tabanan, Senin (10/12). Rea ditemukan meninggal setelah tenggelam di Pantai Pangkung Tibah. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Suasana duka terasa di rumah Kadek Rea Andika (13), Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan, Senin (10/12).

Sejumlah kerabat mulai berdatangan untuk melayat.

Rea yang tenggelam saat mandi di Pantai Pangkung Tibah, Minggu (9/12) sore, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa kemarin.

Kakak kandung korban, I Putu Angga Dita (16), menjadi saksi mata tenggelamnya Rea.

Ia mengaku sempat melihat adiknya tersenyum ke arahnya sebelum tangannya terlepas dan kemudian tergulung ombak yang begitu besar.

“Sempet dapet tangannya karena ombak terlalu besar dan ditolong sama warga yang mandi disana. Adik saya sempet senyum kayak pasrah gitu, tapi tidak melambaikan tangan,” kenang Angga dijumpai di rumah duka.

Sang ibu, Ni Wayan Sumitri (35) tak kuasa menahan air matanya saat menceritakan sosok buah hati keduanya itu.

Rea bagi Sumitri adalah anak yang rajin dan polos. Rea juga adalah anak yang penurut.

“saya tak punya firasat apa-apa sebelum kejadian. Rea anaknya sangat baik, rajin, polos dan penurut. Sangat berbakti kepada orangtua,” ujar Sumitri berlinang air mata.

Sumitri menceritakan, sebelum ia berangkat bekerja, Rea sempat mengajaknya bermain.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved