BBPOM Denpasar Amankan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 7,2 Miliar

Selama bulan Oktober hingga Desember 2018, BBPOM Denpasar melakukan sidak terhadap 68 sarana penjualan kosmetik di seluruh Bali

BBPOM Denpasar Amankan Kosmetik Ilegal Senilai Rp 7,2 Miliar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Rilis temuan kosmetik berbahaya oleh BBPOM Denpasar, Selasa (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama bulan Oktober hingga Desember 2018, BBPOM Denpasar melakukan sidak terhadap 68 sarana penjualan kosmetik di seluruh Bali.

68 sarana tersebut meliputi pusat perbelanjaan modern maupun tradisional, importir, distributor, toko kosmetik, dan klinik kecantikan.

Dari 68 sarana, sebanyak 35 tidak memenuhi ketentuan.

"Artinya 51.5 persen sarana tak memenuhi ketentuan karena menjual, memajang kosmetik tanpa izin dan atau berbahaya dan penandaan tidak memenuhi," kata Kepala BBPOM Bali, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di kantornya, Selasa (11/12/2018).

Kosmetik yang disita tersebut senilai Rp 7.283.588.950.

Nilainya lebih besar ketimbang hasil sidak sebelumnya yang hanya Rp 2.174.164.800.

Kebanyakan kosmetik ilegal ini disita dari sarana yang ada di Kabupaten Badung.

"Dari 28 sarana yang tidak memenuhi, 15 sarana ditemukan di Badung. Beberapa jenis kosmetik yang disita juga sama dengan jenis sebelumnya yang pernah disita," imbuhnya.

Persentase jenis temuan tersebut meliputi 38.37 persen tanpa izin edar, 0.01 persen kosmetik mengandung bahan berbahaya, 0.08 persen kosmetik kedaluwarsa, 59.44 persen tidak memenuhi ketentuan kemasan, dan lain-lain sebanyak 2.1 persen.

Sedangkan jenis kosmetik yang paling banyak disita yaitu masker krim, lipstik, dan handbody.

"Selain produk lokal, yang kami sita juga ada produk impor seperti dari Korea. Yang lokal sebesar 38.27 persen," imbuhnya.

Menurutnya, beredarnya produk kosmetik berbahaya ini dikarenakan masih ada masyarakat yang membeli.

Kebanyakan bahan berbahaya yang terkandung di dalamnya yaitu mercuri dan hidrocinon yang bersifat karsinogenik yang dapat memicu sel kanker. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved