BBPOM Ungkap 51 Persen Toko Kosmetik di Bali Bandel & Masih Jual Produk Ilegal Berbahaya

Diketahui sekitar 51,5 persen atau sejumlah 35 dari 68 sarana perbelanjaan di seluruh Provinsi Bali masih membandel

BBPOM Ungkap 51 Persen Toko Kosmetik di Bali Bandel & Masih Jual Produk Ilegal Berbahaya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas menunjukkan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya hasil pengawasan aksi penertiban pasar di Kantor BBPOM Bali, Denpasar, Selasa (11/12/2018). Nilai temuan tahap ll penertiban pasar ini sebesar Rp 7,2 milyar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peredaran produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan kimia berbahaya di sejumlah sarana perbelanjaan masih saja terjadi.

Diketahui sekitar 51,5 persen atau sejumlah 35 dari 68 sarana perbelanjaan di seluruh Provinsi Bali masih membandel menjual produk kosmetik baik ilegal maupun mengandung bahan kimia berbahaya.

Hal ini terungkap saat Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar kembali melakukan aksi penertiban pasar tahap kedua terhitung sejak Oktober hingga Desember 2018 ini.

Dalam penertiban itu, BBPOM menemukan ratusan produk kosmetik ilegal yang nilai temuannya ditaksir mencapai Rp 7,2 miliar lebih.

Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, jenis temuan produk kosmetik yang disita dalam operasi tahap kedua ini didominasi kosmetik tanpa label, yang mencapai 59,44 persen.

Kemudian sebanyak 38,37 persen merupakan produk kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE).

"Sisanya produk kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya, kadaluwarsa hingga ada yang produk fiktif atau nomor izin edarnya palsu. Untuk jenisnya ada banyak, mulai dari masker, lipstik, hand body, maskara dan lain-lain," ungkap Aryapatni kepada awak media saat konferensi pers di kantornya, Selasa (11/12).

Usai tertangkap basah dalam penjualan, produk-produk ilegal ini langsung dimusnahkan pemilik sarana dengan disaksikan oleh pihak BBPOM.

Aryapatni melanjutkan, dari total temuan produk kosmetik ilegal, dominan adalah produk lokal.

Jika dipersentasekan mencapai 61,37 persen. Sisanya sebanyak 38,27 persen merupakan produk impor. 

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved