Pemkot Denpasar Sudah Lebih Dulu Fleksibel Soal Ketinggian Bangunan Lebih dari 15 Meter

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar ternyata sudah lebih dahulu membijaksanai ketinggian bangunan bisa lebih dari 15 meter

Pemkot Denpasar Sudah Lebih Dulu Fleksibel Soal Ketinggian Bangunan Lebih dari 15 Meter
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Pembahasan lanjutan Ranperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dengan menghadirkan perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota se-Bali, Selasa (11/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar ternyata sudah lebih dahulu membijaksanai ketinggian bangunan bisa lebih dari 15 meter.

Hal itu diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Denpasar No. 27 tahun 2011 dan Perda No. 5 tahun 2015 tentang bangunan gedung.

"Jadi, kami tetap 15 meter untuk bangunan-bangunan yang umum. Kalau untuk bangunan yang khusus kita bolehkan lebih dari 15 meter," kata Kepala Bidang Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja.

Hal itu Cipta Sudewa katakan ketika ditemui Tribun Bali usai melakukan rapat dengan Pansus Raperda RTRW DPRD Bali dan perwakilan masing-masing daerah di Bali, di Ruang Rapat Gabungan Lantai 3, Gedung DPRD Bali, Selasa (11/12/2018) kemarin.

Dalam pembahasan ini turut hadir Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Rapat Ranperda RTRW dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama bersama Ketua Pansus Ranperda RTRW, I Ketut Kariyasa Adnyana yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gabungan, Gedung DPRD Bali.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa bangunan khusus yang dibijaksanai ketinggiannya lebih dari 15 metet yakni menara komunikasi, bangunan pengaman pantai, bangunan evakuasi bencana dan bangunan pertahanan/keamanan.

Ketinggian 15 meter pun untuk Denpasar sudah ada perhitungan yang fleksibel.

Cipta Sudewa menerangkan, yang dimaksud fleksibel adalah perhitungan tinggi lantai dari muka tanah rata-rata diberikan setinggi 1,2 meter.

Lalu untuk tinggi 15 meter itu dihitung dari tinggi lantai tersebut hingga pertemuan ring balok dengan jurai di bawah atap.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved