Bencana Longsor di Gianyar

Tangis Pecah Saat Prosesi Memandikan Anak Kedua dan Ketiga Korban Longsor di Gianyar

Tangis keluarga dan kerabat pecah saat mulai prosesi memandikan anak kedua dan ketiga, korban longsor Banjar Sasih, Desa Batubulan, Gianyar

Tangis Pecah Saat Prosesi Memandikan Anak Kedua dan Ketiga Korban Longsor di Gianyar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Prosesi memandikan jenazah korban longsor di Perumahan Taman Beji Jalan Pratu Made Rambug 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Gianyar, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tangis keluarga dan kerabat pecah saat mulai prosesi memandikan anak kedua dan ketiga, korban longsor di Perumahan Taman Beji, Jalan Pratu Made Rambug 4, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Gianyar.

Puluhan keluarga dan kerabat terlihat terisak menyaksikan dua anak kecil yang masih lugu terbaring tak bernyawa di atas tempat memandikan jenazah, di Krematorium Cekomaria, Peguyangan Kangin, Denpasar.

Sementara itu, dari loudspeaker mengalun kidung yang menyayat hati.

Hal ini membuat keluarga dan lerabat tak mampu menahan air mata.

Mereka terlihat mengusap air matanya dan tak kuasa menahan kesedihan.

Usai anak ketiga dan kedua dilanjutkan anak pertama dan sang ibu.

Begitulah prosesi sebelum kremasi korban longsor di Perumahan Taman Beji Jalan Pratu Made Rambug 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Gianyar, Rabu (12/12/2018).

Sebelum memandikan jenazah dilakukan upacara ngulapin, dan setelah memandikan jenazah dilanjutkan pengaskaran, hingga proses pembakaran mayat.

Kakek Made Oktara Dwi Palguna (30) alias Ade, Nyoman Sumiarna menuturkan untuk cicitnya yang ketiga, Nyoman Ali Anggaran Paguna (2), sebelum dikremasi akan dilakukan ngelungah terlebih dahulu.

"Ngelungah itu dikubur dulu karena giginya belum tanggal. Setelah dikubur sebentar sebagai simbolisasi, lalu baru dikremasi," kata Sumiarna.

Setelah prosesi pembakaran baru melarung abu ke Pantai Matahari Terbit.

"Sekalian kami juga langsung ngeroras dan setelah bersih baru dilinggihkan (distanakan) di Banjar Jawa, Singaraja," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved