Peningkatan KDB Sebabkan Pengurangan Hutan, Akademisi Unud Tolak Rencana Perubahan Hingga 50 Persen

Menurut akademisi Unud perubahan KSPKD dan KDTWK hingga 40 persen akan merusak lingkungan

Peningkatan KDB Sebabkan Pengurangan Hutan, Akademisi Unud Tolak Rencana Perubahan Hingga 50 Persen
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Ketua Paiketan Krama Bali, AA Suryawan Wiranata saat ditemui Tribun Bali usai pembukaan acara Simposium Suksma Bali 'Bali Meets Supporters', di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala Kantor Gubernur Bali pada Rabu (12/12/2018). 

Oleh karena itu, ia mengusulkan angka maksimum dalam KSPKD dan KDTWK ini 20 persen.

Menurutnya, rencana Made Arca Wiryawan menaikkan KSPKD dan KDTWK hingga 40 persen akan merusak lingkungan.

Kerusakan yang terjadi berupa kesulitan air karena peningkatan KDB akan semakin menipiskan ruang terbuka, sehingga dapat menyebabkan pengurangan hutan dan tanaman.

"Siapa yang menyiapakan air, itu adalah tempat terbuka, hutan-hutan itu. Kalau air hujan jatuh di tempat terbuka dia akan mengalir ke bawah menjadi air tanah," jelasnya.

Agung Suryawan yang juga Ketua Ikatan Krama Bali ini menambahkan, jika air hujan jatuh di kawasan yang padat bangunan maka airnya akan berlari ke selokan, dan akan berujung di laut sehingga tidak sempat masuk ke dalam tanah.

Kondisi ini akan menyebabkan sulitnya menjaga air yang ada di dalam tanah.

Baginya kenaikan KDB sebanyak 20 persen saja sudah harus diimbangi dengan lebih banyak penanaman pohon.

"Nah, kalau 40 persen, itu sama dengan daerah perkotaan itu," pungkasnya.(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved