Bencana Tanah Longsor di Gianyar

'Saya Tak Kuasa Melihat Mereka', Empat Korban Longsor Taman Beji Dikremasi

Hari itu merupakan hari kelabu bagi Ni Nyoman Martini dan keluarga besar, empat korban tanah longsor yang menimpa satu keluarga di Perum Taman Beji

'Saya Tak Kuasa Melihat Mereka', Empat Korban Longsor Taman Beji Dikremasi
Tribun Bali/Rizal Fanany
KREMASI - Sejumlah keluarga, kerabat dan kolega mengikuti prosesi rangkaian kremasi korban longsor di Batubulan, Gianyar, Sabtu (8/12/2018) lalu, di Krematorium Santha Yana, Denpasar, Rabu (12/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandangan seorang ibu berkebaya hijau tampak nanar saat tiba di Krematorium Santa Yana, Cekomaria, Peguyangan, Denpasar Utara, Rabu (12/12/2018).

Hari itu merupakan hari kelabu bagi Ni Nyoman Martini dan keluarga besar, empat korban tanah longsor yang menimpa satu keluarga di Perum Taman Beji, Desa Batubulan, Gianyar, Sabtu (8/12/2018) lalu.

Terlebih, Martini yang merupakan ibu dan nenek dari para korban ini juga menjadi saksi awal terjadinya musibah yang tak disangka-sangka ini.

Seperti diberitakan Tribun Bali sebelumnya, peristiwa terjadi, Sabtu sekitar pukul 06.30 Wita.

Saat kejadian, di dalam rumah yang berdiri tepat di sempadan jurang sungai itu ada lima orang.

Mereka adalah Made Oktara Dwi Paguna (30) bersama istri dan tiga anaknya.

Akibat tanah yang longsor ke jurang sungai itu, lima anggota keluarga ini tertimbun material bangunan.

Beruntung, Made Okta bisa diselamatkan nyawanya, namun mengalami luka parah.

Juga Nyoman Martini yang saat itu tengah menghaturkan sesembahan (mebanten) di halaman depan rumah.

Sedangkan sang istri, Ni Made Lintang Ayu Widmerti (31) dan tiga anaknya Ni Putu Deta Via Larasati (6), Ni Made Adin Radita Paguna (3) dan Nyoman Ali Anggara Paguna (2) menjadi korban tewas dalam musibah tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved