Breaking News:

Calon Transmigran Batal Berangkat, Takut dan Cemas dengan Bencana Alam di Sulawesi

Lima KK calon transmigran yang sedianya berangkat ke Sulawesi Barat bulan September lalu, akhirnya memutuskan batal berangkat

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
TRANSMIGRASI - Tjok Panji saat menunjukkan lokasi transmigrasi di UPT Rano, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. 

“Termasuk 15 KK lainnya, saat kami datangi mereka memutuskan untuk tidak lagi berminat ikut program Transmigrasi,” jelasnya.

Batalnya keberangkatan calon transmigrasi tahun 2018 ini, lanjut Tjok Panji tidak hanya dari wilayah Bangli saja.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Karangasem dengan kuota 3 KK, serta Kabupaten Gianyar dengan kuota 2 KK.

Meski demikian, transmigrasi tetap dilaksanakan sebab kuota 5 KK dari Kabupaten Jembrana tetap berangkat.

Ia juga menambahkan, batalnya keberangkatan dari sejumlah calon transmigran tidak memberikan pengaruh apapun baik pada Bangli maupun Bali.

Sebab berdasarkan informasi yang didapatkannya, pada tahun 2019 mendatang pulau dewata kembali mendapatkan kuota transmigrasi sebanyak 10 KK.

“Infonya awalnya demikian. Namun masih perlu dirapatkan dengan pihak provinsi. Kami juga belum tau berapa kuota yang didapatkan untuk daerah, maupun lokasi tujuan transmigrasi,” ujarnya.

Daftar Tunggu akan Diputihkan

Tjok Panji mengatakan pada tahun 2019 mendatang 20 KK yang masuk daftar tunggu masyarakat Bangli untuk program transmigrasi akan diputihkan.

Upaya tersebut dilakukan karena masyarakat yang masuk daftar tunggu dinilai sudah tidak berminat untuk mengikuti program transmigrasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved