Gubernur Koster Akan Minimalkan Penggunaan Air Bawah Tanah

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, akan meminimalkan penggunaan air bawah tanah di Bali

Gubernur Koster Akan Minimalkan Penggunaan Air Bawah Tanah
Ilustrasi pixabay.com
Ilustrasi pelayanan PDAM. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, akan meminimalkan penggunaan air bawah tanah di Bali.

"Justru saya akan meminimumkan menggali air dari bawah," jelasnya usai menerima kunjungan kerja Badan Legislasi DPR RI untuk menggali usulan mengenai RUU Masyarakat Adat pada Kamis (13/12/2018) kemarin.

Hal ini Gubernur Koster katakan dalam menjawab kritikan mengenai naiknya Dasar Koefisien Bangunan (KDB) yang diusulkan Pemprov Bali untuk Kawasan Daerah Tujuan Pariwisata Khusus (KDTWK), yang dilayangkan oleh Ketua Konsorsium Pariwisata Universitas Udayana (Unud), Anak Agung Suryawan Wiranatha.

Menurutnya, jika KDB dinaikkan hingga 40 persen maka akan berpengaruh pada ketersediaan air bawah tanah di Bali.

Sementara Gubernur Koster menilai saat ini tidak perlu hanya berpatokan pada air bawah tanah.

"Kita punya cara sendiri nanti dalam pengelolaan air, tidak perlu lagi menggunakan air yang bor, tapi menggunakan air di permukaan yang kita kelola nanti," tuturnya.

"Sekarang yang dimanfaatkan kan air bawah tanah. Ya nanti kita tak lagi begitu. Sumber mata air diatasnya itu mencukupi kok. Ini soal ngangkat dan bagimana mendistribusikan," imbuhnya lagi. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved