11 Hari dari Masa Pembantaian, Egianus Kogoya Muncul Lagi Minta Boikot Pilpres dan Merdeka

ada 4 Desember 2018, dikabarkan 31 pekerja tewas dibunuh secara sadis oleh teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

11 Hari dari Masa Pembantaian, Egianus Kogoya Muncul Lagi Minta Boikot Pilpres dan Merdeka
tangkap layar Facebook/ @TPNBP
pentolan pelaku teror KKB di Papua, Egianus Kogoya ; 11 Hari dari Masa Pembantaian, Egianus Kogoya Muncul Lagi Minta Boikot Pilpres dan Merdeka

11 Hari dari Masa Pembantaian, Egianus Kogoya Muncul Lagi Minta Boikot Pilpres dan Merdeka

TRIBUN-BALI.COM - Pada 4 Desember 2018, dikabarkan 31 pekerja tewas dibunuh secara sadis oleh teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Tak berselang lama dari peristiwa itu, pentolan pelaku teror KKB di Papua, Egianus Kogoya mengklaim bertanggung jawab atas aksi teror tersebut.

Kini, 11 hari berselang atau Jumat (15/12/2018), Egianus Kogoya dan kawanannya belum juga berhasil ditangkap.

Egianus Kogoya malah membuat video dan diposting di akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada Jumat (14/12/2018).

Dalam ungghannya tersebut, sosok Pimpinan KODAP III, Ndugama Egianus Kogoya memberikan pernyataan mengenai keinginannya.

Di video berdurasi 2:12 menit tersebut terlihat seorang pria memakai jaket dan bandana bendera Jack Union Inggris yang diidentifikasi sebagai pimpinan KKB Egianus Kogoya.

Dalam pernyataan, Egianus meminta pemerintah untuk memboikot Pilpres 2019.

"Boikot Pilpres 2019," ujar Egianus.

"Jadi dengan tegas bahwa, saya sampaikan bahwa Gubernur Papua dan gubernur Papua Barat dan Bupati-bupati dan DPRD dan DPD tidak boleh kasih suara untuk pemilihan presiden 2019." tambah Egianus.

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved