Smart Woman

Jadi Make Up Artist, Sheila: Tak Ada Langkah Instan, Penting Bangun Relasi

Ketertarikan pada dunia make up dan kecantikan membuat Sheila Kurniadewi memilih menjadi make up artist

Jadi Make Up Artist, Sheila: Tak Ada Langkah Instan, Penting Bangun Relasi
Istimewa/Sheila Kurniadewi
Sheila Kurniadewi 

TRIBUN-BALI.COM - Ketertarikan pada dunia make up dan kecantikan membuat Sheila Kurniadewi memilih menjadi make up artist. Kecintaannya pada make up telah tumbuh dalam dirinya sejak kecil. Ia ingat waktu kecil dulu sering iseng memainkan perlengkapan make up ibunda.

“Dari dulu suka saja memainkan make up. Kemampuan ini terus saya latih secara otodidak. Baru setelah lulus SMA saya masuk sekolah make up selama dua tahun,” tutur wanita yang sering disapa Sheila ini.

Selepas lulus sekolah make up, bukan berarti Sheila dapat menjalankan profesi pilihannya dengan mudah. Agar kemampuannya dilirik, Sheila harus membuat fortopolio yang baik. Ia mendokumentasikan hasil-hasil kerjanya dan mempublikasikannya via media sosial.

Yang tak kalah penting, ia harus berjuang membangun relasi. Sheila menjalin komunikasi dengan klien, event organizer, wedding organizer, hingga fotografer.

Kemampuan membangun relasi, menurut Sheila wajib dimiliki oleh seorang make up artist. Hal ini akan membantu baginya menemukan klien-klien baru.

“Saya aktif sebagai make up artist sejak 2016. Waktu itu saya sudah sempat meng-handle make up untuk teman-teman yang akan menghadiri acara graduation kampus. Agar semakin dikenal, tentunya harus membangun relasi lebih luas lagi. Saya juga mengandalkan media sosial untuk mempromosikan diri. Usaha ini pun berhasil, sebab saya menemui klien baru. Klien sebelumnya yang puas dengan hasil kerja saya pun kembali memanggil,” ungkap owner Sheila Kho Makeup ini.

Pekerjaan sebagai make up artist saat ini cukup menjanjikan sebab masyarakat semakin memperhatikan penampilan. Namun bagi Sheila, make up tetaplah hanya media untuk meningkatkan kecantikan yang sifatnya sementara.

“Bagi saya yang lebih penting adalah mengedukasi klien untuk senantiasa merawat kulit dan wajahnya. Make up paling lama hanya bertahan 12 jam. Namun jika kulit terawat, maka seseorang masih tetap percaya diri meskipun hanya menggunakan make up yang simpel,” ujarnya.

Perawatan wajah yang dianjurkan Sheila bisa dimulai dari menggunakan produk skin care. Minimal menggunakan tabir surya untuk menjaga kulit wajah dari sinar matahari. Apalagi Bali cenderung disinari matahari sepanjang tahun dan cukup terik.

Sheila pun meyakinkan setiap wanita telah dianugerahi kecantikan. Oleh karenanya ia biasa memberikan sentuhan natural pada wajah klien. Tekanan make up terpenting baginya ada pada bagian alis dan mata.

“Dua bagian itu adalah yang paling pertama orang perhatikan, jadi saya sangat fokus pada mata dan alis. Bagian lain pun tentu diberi make up yang sesuai agar mendukung penampilan,” tuturnya.

Ia pun berpesan kepada setiap wanita untuk tak menyerah mengejar impiannya. Menurutnya setiap wanita memiliki kekuatan untuk berdiri secara independen.

“Tentu saja tetap memerlukan bantuan orang lain. Namun wanita juga bisa menentukan apa yang ingin diperbuat untuk diri sendiri. Jangan takut mencoba,” pesan Sheila. (*)

Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved