Desa di Buleleng Ini Rancang Pararem Narkoba, 3 Hukuman Adat Ancam Krama Jika Divonis Salah

Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng, kini sedang merancang pararem untuk pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika

Desa di Buleleng Ini Rancang Pararem Narkoba, 3 Hukuman Adat Ancam Krama Jika Divonis Salah
Tribun Bali/Dwi Suputra
Info grafis perang terhadap narkoba 

Bagaimana jika krama yang bersangkutan membangkang terhadap sanksi tersebut? Wisnu memastikan tidak akan memberikan pelayanan administrasi dari desa dinas atau desa pakraman.

Sanksi ini pun ia tegaskan juga berlaku bagi petugas atau prajuru desa serta pecalang.

"Jika dinyatakan bersalah, prajuru atau pecalang itupun akan langsung diberhentikan secara tidak hormat berdasarkan hasil pasamuan desa. Lalu, langsung ditunjuk siapa penggantinya. Juga menghaturkan guru piduka di Pura Kahyangan Tiga," ungkapnya. 

Segera Paruman

Persiapan dibentuknya pararem tentang narkotika ini mengacu pada pencanangan kawasan bebas narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng, yang dimulai sejak Juli 2018 lalu.

Perbekel Desa Kerobokan, I Putu Wisnu Wardana mengatakan, pararem akan segera dibuat.

“Pencanangan Desa Kerobokan sebagai kawasan bebas narkoba sudah, bahkan kami sempat membuat gebyar kawasan bebas narkoba.

Nah sekarang ini, kami akan secepatnya mengarap peraremnya melalui paruman di desa pakraman Kloncing dan Kerobokan," ujar Putu Wisnu. 

Berperang dengan Narkotika

-Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng, rancang pararem narkotika

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved