Pesawat Lion Air Jatuh

Manajemen Datangkan Kapal MPV Everest Guna Teruskan Pencarian dan Evakuasi Korban Lion Air JT-610

Manajemen Lion Air Group tetap meneruskan proses pencarian dan evakuasi (search and rescue/SAR) penumpang serta kru dari JT-610

Manajemen Datangkan Kapal MPV Everest Guna Teruskan Pencarian dan Evakuasi Korban Lion Air JT-610
Corporate Communications Strategic of Lion Air
Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait (keempat dari kiri) bersama tim melakukan kunjungan dan koordinasi dalam persiapan pengoperasian MPV Everest di Johor Bahru, Malaysia. Hal ini dalam rangka meneruskan pencarian korban Lion Air JT-610. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Manajemen Lion Air Group tetap meneruskan proses pencarian dan evakuasi (search and rescue/SAR) penumpang serta kru pesawat Lion Air JT-610.

Upaya pencarian korban pesawat Lion Air JT-610 lanjutan tersebut merupakan bentuk komitmen Lion Air dan berdasarkan permintaan dari pihak keluarga.

“Untuk lebih komprehensif Lion Air mendatangkan kapal canggih dalam proses pencarian jenazah penumpang maupun kru penerbangan JT-610. Dalam proses pencarian kembali, Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal negara Belanda dengan menggunakan kapal laut MPV Everest,” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin (17/12/2018).

Danang Mandala menyampaikan biaya proses pencarian kembali korban pesawat Lion Air JT-610 mencapai Rp 38 miliar.

Dalam hal ini apabila ditemukan korban pesawat Lion Air JT-610, maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur.

Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (Cockpit Voice Recorder/ CVR).

“Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan JT-610 dengan waktu operasional 10 hari berturut-turut, pada Desember 2018,” tambahnya.

Kapal MPV Everest mengalami keterlambatan yang rencananya akan tiba di perairan Karawang pada hari Senin ini.

Namun kondisi terakhir Sabtu 15 Desember 2018 malam hari disebabkan cuaca buruk serta hujan deras, di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir.

“Direncanakan kapal akan berlayar hari ini, pagi hari tadi dimulai proses imigrasi dan kepabeanan (customs). Hal ini dikarenakan kapal berkapasitas sebesar MPV Everest tidak diberikan izin untuk keluar dari pelabuhan pada malam hari,” imbuhnya.

Perkiraan waktu tempuh perjalanan dari Johor Bahru menuju perairan Karawang adalah 2 hari dan 5 jam.

Sehingga kapal akan tiba di Karawang sekira tanggal 19 Desember 2018 mendatang.

Lion Air mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Basarnas untuk proses pencarian dan evakuasi yang sudah dijalankan selama ini.

Lion Air menegaskan bahwa pencarian kembali ini juga merupakan kesungguhan Lion Air untuk mencari bagian kotak hitam yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR), dan juga sebagai wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved