LBH APIK Temukan Masih Ada Pernikahan dengan Keris di Bali

Hingga kini, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Bali belum mendapat data pasti terkait pernikahan anak

LBH APIK Temukan Masih Ada Pernikahan dengan Keris di Bali
Tribun Bali/Putu Supartika
Launching Catatan Akhir Tahun 2018 di aula Kantor PHDI Bali, Selasa (18/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga kini, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Bali belum mendapat data pasti terkait pernikahan anak di bawah umur.

Hal ini disampaikan dalam launching Catatan Akhir Tahun 2018 di aula Kantor PHDI Bali, Selasa (18/12/2018).

Kesulitan data ini dikarenakan proses pernikahannya hanya melalui prosesi mabiyokaon atau prosesi secara adat saja.

"Faktor penyebab nikah di bawah umur dikarenakan karena hamil di luar nikah. Terpaksa dinikahkan dengan prosesi kawin adat saja," kata Sekretaris LBH APIK Bali, Luh Putu Anggreni.

Baca: Catatan LBH APIK Bali, Kasus KDRT di Bali Naik Dua Kali Lipat Tahun 2018

Ia juga menambahkan pernikahan di bawah umur paling tinggi terjadi di Bali.

Bahkan ada yang masih menikahkan anaknya yang masih di bawah umur dengan benda atau simbol-simbol seperti keris karena takut akan aib keluarga.

"Walaupun hal ini sudah dilarang oleh PHDI manun di desa ada dan banyak kami temukan yang kawin dengan keris. Selain itu ada juga yang digantiin omnya sebagai pengganti laki-laki setelah menikah cerai lagi. Sehingga banyak janda anak yang punya anak," katanya.

Selain itu ada juga beberapa pilihan yang diambil oleh orang tua saat anaknya yang masih di bawah umur hamil di luar nikah yaitu dengan jalan menikahkan anaknya dan membiarkan mereka putus sekolah sehingga kehilangan masa depan.

"Sementara kalau di kota lebih memilih melaporkan ke polisi. Kalau di desa memilih menikahkan karena takut kena aib jadi anak bebinjat," imbuhnya.

Anggreni memberikan sebuah saran jika seandainya ada seorang anak di bawah umur yang hamil dan dinikahkan.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved