Pencipta Lagu 'Sayur Kol' Yang Viral Itu Ternyata Orang Jawa, Ini Lirik Aslinya

Gido mengakui banyak kritikan masyarakat terhadap lagu yang diciptakan tahun 2017 itu.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Screenshoot/e-book warkop
Kolase e-book warkop: Main-main jadi Bukan Main 

TRIBUN-BALI.COM -Lagu sayur kol yang dipopulerkan grup musik asal Pematangsiantar, Punxggoaran mendadak viral setelah dinyanyikan seorang anak dan diunggah ke media sosial.

"Makan Daging Anjing Dengan Sayur Kol", sebuah petikan lirik dari lagu "Sayur Kol" yang paling diingat oleh para penikmat lagu, baik anak-anak hingga dewasa.

Band yang mempopulerkan lagu ini terbentuk tahun 2016 memiliki tiga personel Gido Firdaus Hutagalung (vokalis), Wanri Seleki (drum), dan Ahmad Rois Pulungan (gitar)

Punxggoaran Band menemukan ciri khas bermusiknya sejak dua tahun lalu dan menetapkan aliran Punk sebagai pilihan bermusik.

Kehadiran Punxggoaran memberikan warna baru dalam variasi musik Batak. Tiga pemuda lajang ini menyajikan lagu batak dengan komposisi musik keras tetapi modern.

"Kami tetap inspirasinya itu budaya. Tapi, dengan musik yang modern dan layak didengar," ungkap vokalis Punxggoaran Band, Gido Firdaus Huatagalung di Siantar, Selasa (11/9/2018).

Dari sekian banyak lagu yang dipopulerkan, personel Band Punxggoaran mengaku heran kenapa pendengar lebih banyak yang suka dengan lagu tersebut.

Gido menuturkan lagu "Sayur Kol" bukanlah murni ciptaan Punxggoaran.

Lagu tersebut merupakan lagu yang sudah ada sejak dulu tanpa mengetahui penciptanya.

Lagu ini menurutnya sama seperti lagu "Donna" yang dinyanyikan Tongam Sirait.

"Lagu itu seperti lagu simpangan di Sumatera Utara. Lagu latahnya orang-orang lah. Liriknya saja kita tambah-tambahi. Capek kali main musik, tapi "Sayur Kol" yang bomming," jelasnya sembari tertawa.

Gido mengakui banyak kritikan masyarakat terhadap lagu yang diciptakan tahun 2017 itu.

Lagu itu memiliki kesan tidak menyayangi anjing sebagai hewan yang paling dekat dengan masyarakat.

Namun, Punxggoaran menilai lirik dalam lagu tersebut menunjukkan kebiasaan budaya Batak dalam mengkonsumsi daging.

Gido menceritakan semua lagu yang diciptakan murni bertujuan untuk menginspirasi anak muda. Bahkan, mereka memulai dengan tampil di youtube.

Selain aktif di youtube, mereka juga sering mempublikasikan kegiatan di akun instagram @punxggoaran.

Gido menjelaskan Punxggoaran bukanlah sekadar band Batak yang mencari keuntungan dari lagu-lagu yang diciptakan.

"Kami melihat situasinya. Tidak sekadar mengkomersilkan karya. Contohnya aksi sosial, kita tidak mematokkan bayaran," jelasnya.

Dalam waktu dekat ini, band anak muda Siantar ini segera berkolaborasi dengan band Punk asal Jakarta "Marjinal".

Tiga anak muda kreatif ini bersiap untuk tampil lebih luas dengan lagu berbahasa Indonesia.

Lirik Lagu Sayur Kol By Punxgoarran

Waktu abang pergi ke Siborong-borong

Datang hujan yang amat deras lah

Terkejut abang terheran - heran

Sebab abang belum pernah kesana

Untung datang namboru panjaitan

Martarombo kami di jalan

Diajaknya aku ke rumah dia

Makan daging anjing dengan sayur kol

Pencipta Lagu Sebenarnya

Nanu Mulyono
Nanu Mulyono ((Dokumen Bola Dunia Films))

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa lagu Sayur Kol ini adalah lagu yang diciptakan oleh orang Batak karena liriknya sarat dengan Budaya Batak.

Anda keliru jika berpikir demikian, karena sebenarnya penciptanya adalah orang Jawa, yang banyak berteman dengan orang Batak.

Pencipta lagu ini adalah seorang pelawak yang pernah bergabung dengan grup lawak terbesar di Indonesia, yaitu Warkop Prambors.

Dia adalah Nanu Mulyono, personil pertama yang bergabung dengan Warkop Prambors bersama Rudy Badil dan Kasino.

Pencipta lagu ini adalah Nanu Mulyono terungkap dari buku berjudul Warkop: Main-main Jadi Bukan Main yang mengulas tentang awal mula terbentuknya Warkop Prambors.

Dalam sub judul Bahan Contekan Cuap-cuap, disebutkan bahwa Nanu Mulyono adalah orang yang piawai menirukan logat khas Batak.

“Anak Jalan Setia Barat, itu bertetangga dengan "Kampung Batak" yang tidak jauh dari muka rumahnya, memang fasih meniru dialek si Togar yang kernet bus Umum.”

Nanu Mulyono juga disebut adalah pencipta lagu Siborong-borong yang merupakan lagu asli dari lagu Sayur Kol yang dipopulerkan Punxgoarran.

“Nanu juga andal membawakan lagu-lagu etnik Bata, Misalnya Nanu itulah yang "menciptakan" atau menyebarluaskan lagu Siborong-borong di kalangan remaja kemping di akhir 1970.”

Lagu Siborong-borong merupakan lagu yang diciptakan untuk acara ospek. Hingga kini Siborong-borong tetap menjadi lagu atribut (lagu ospek) anak Psikologi Universitas Indonesia.

Lirik lagu aslinya (klik di sini)

Siborong-borong

Waktu aku pergi ke Siborong-borong

Datang hujan turun dengan lebatnya

Sudah sejak pagi aku belum makan

Dan tak ada saudaraku disana

Untung ada gadisnya Simbolon

Kulitnya kehitam-hitaman

Diajaknya aku makan kerumahnya

Makan daging anjing dengan sayur kol (2x)

Siapa Nanu Mulyono?

Dilansir dari laman wikipedia, Nanu Mulyono lahir di Jakarta, 17 November 1952 lalu dan meninggal 30 tahun kemudian tepatnya 22 Maret 1983 pada umur 30 tahun.

Nanu Mulyono adalah aktor dan pelawak Indonesia. Nanu Mulyono memulai karier bersama grup Warkop pada tahun 1973 di radio Prambors.

Nanu Mulyono dan temananya Rudy Bagil, adalah dua anggota Warkop DKI yang 'tenggelam' popularitasnya dibanding tiga personel lain, yaitu Dono, Kasino dan Indro.

Nanu dan Rudy sebenarnya lebih awal bergabung dengan Warkop DKI, sebelum Dono dan Indro. Awalnya mereka hanya bersama Kasino.

Ketiganya merupakan mahasiswa Universitas Indonesia yang suka melucu di hadapan teman-teman kampusnya.

Dono dan Indro pun bergabung belakangan, sekitar 1976. Dari radio, mereka mulai diundang tampil dan melucu untuk beberapa acara.

Karena Rudy demam panggung, dia pun mundur dari pentas-pentas Warkop. Sementara Nanu, sempat ikut main Mana Tahan dan Kisah Cinta Rojali dan Zuleha pada 1979.

Bersama Nanu, lawakan Warkop sering dianggap 'seram". Terkadang menyerempet persoalan politik, sering juga disertai guyonan berbau cabul.

Nanu merupakan anak ke-enam dari tujuh bersaudara, berdarah campuran Jawa dan Sunda. Ia menggemari musik jazz dan fotografi, mencintai olah raga. Sepak bola, basket, dan tenis digelutinya

Sayang perjalanan karier Nanu tidak panjang. Tokoh yang sering dikira orang Batak itu meninggal di usia muda, 30 tahun.

Ia meninggal dunia karena sakit pada saringan ginjal, nephrotic syndrome. Nanu dimakamkan di taman pemakaman umum Tanah Kusir.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Ternyata Pencipta Lagu Makan Daging Anjing Dengan Sayur Kol Adalah Orang Jawa

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved