Bucika Dinda Zahrevi Rebut Tujuh Medali Emas

Atlet Panahan Denpasar, Bucika Dinda Zahrevi (17) merebut tujuh medali emas di Grand Indonesia Open Archery Championship 2018

Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanti
Bucika Dinda Zahrevi di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Atlet Panahan Denpasar, Bucika Dinda Zahrevi (17) merebut tujuh medali emas di Grand Indonesia Open Archery Championship 2018, di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, 9-15 Desember 2018.

Siswi SMAN 1 Denpasar ini mendapatkan medali emas tersebut di katagori standar bow junior B pada jarak 50 meter, 40 meter, 30 meter, total beregu, total jarak serta katagori standar bow nasional umum di jarak 40 meter dan total beregu.

Grand Indonesia Open Archery Championship 2018 meninggalkan kesan tersendiri bagi gadis berkulit sawo matang tersebut. Ia merasa pada kejuaraan itu persaingan diantara para peserta lumayan ketat.

“Menurut saya sih, pesaing-pesaingnya juga lumayan ketat karena dari luar sana kan. Jadi susah juga buat ngunggulin mereka gitu,” ujarnya di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (15/12).

Dia juga mendapatkan pengalaman menarik saat bertanding, seperti menghadapi angin yang kencang saat kejuaraan berlangsung.

“Pengalaman menarik saat tanding dapat kena angin. Soalnya nggak pernah dapat kena angin sebelumnya. Itu baru pertama kali. Jadi saat memanah berat banget. Yang paling berat saat tanding di katagori standar bow nasional umum.

Itu anginnya kencang. Jadinya tembakannya ke kiri semua, tapi alhamdulilah dapat medali di sana. Cara saya mengatasinya, ya gitu, misalnya anak panahnya jatuh ke kiri, jadi bidiknya agak kekanan,” ujarnya.

Diantara klub-klub panahan yang mengikuti Grand Indonesia Open Archery Championship 2018, klub panahan Fast Pulomas dari Jakarta merupakan saingan terberatnya.

Ia berpendapat, kekuatan para atlet yang ada di klub tersebut merata. Ia juga merasa tembakan para atlet panahan Fast Pulomas bagus.

Selanjutnya atlet panahan Denpasar tersebut berencana mengikuti Porprov Bali 2019. Ia berencana mempersiapkan dirinya dengan fokus memperbaiki teknik memanahnya, setting alat serta fisik. (*) 

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved