Liputan Khusus

Pariwisata Massal Munculkan Turis Gak Mutu, Begini Sebabnya

Pengamat pariwisata, Dr I Nyoman Sukma Arida, mengatakan bahwa persoalan yang muncul terkait pariwisata belakangan ini adalah akibat mass tourism

Pariwisata Massal Munculkan Turis Gak Mutu, Begini Sebabnya
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah turis China mendominasi kunjungan di Pantai Kelan, Badung, Selasa (23/10/2018). Pariwisata Bali dijual murah kepada wisatawan China. 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pengamat pariwisata, Dr I Nyoman Sukma Arida, mengatakan bahwa persoalan yang muncul terkait pariwisata belakangan ini adalah akibat mass tourism (turisme massal), yang lebih mengutamakan jumlah kunjungan tanpa memperhatikan dampak dari pariwisata itu sendiri.

Menurut staf pengajar di Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud) ini, jika dilihat dari sejarah perkembangannya, sampai tahun 1960 pariwisata di Bali sudah baik, yakni lebih pada wisata yang berbasis quality tourism (pariwisata berkualitas).

Namun, ia melanjutkan, pariwisata mulai digenjot sebagai industri dan mass tourism pada tahun 1970, dan target-target ekonomi-bisnis yang lebih dimunculkan, misalnya jumlah kunjungan dan berapa pendapatannya.

“Kita terlalu tergantung pada selera wisatawan. Itu kebablasan saya kira. Belakangan memang banyak muncul wisatawan yang datang dengan uang yang tidak begitu besar.

Ketika pariwisata sudah terlalu murah, kemungkinan datang wisatawan yang juga kurang berkualitas dan memiliki hidden agenda (agenda tersembunyi), sehingga berpotensi memunculkan kriminalitas,” terang Sukma Arida pada akhir pekan lalu.

Baca: Pilih Bali dan Menyaru Sebagai Turis, Polda Bali Ungkap 10 Kasus WNA Pelaku Kriminal

Seperti diberitakan Tribun Bali, Selasa (18/12), berdasarkan data Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, jumlah kasus turis asing yang menjadi pelaku kejahatan cenderung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Pada tahun 2016 sebanyak 7 turis asing terlibat kejahatan, dan pada tahun 2017 sebanyak 15 turis asing yang terlibat.

Ini menjadi tantangan bagi pengembangan pariwisata berkualitas atau quality tourism.

Data tahun 2018 belum terekap secara total, namun ada kemungkinan jumlahnya tidak menurun.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved