Breaking News:

Sriwijaya Air Sediakan 47 Extra Flight Jelang Libur Nataru

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pesawat NAM Air saat berada di landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menghadapi libur Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019, maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur periode tersebut dengan menyiapkan 47 penerbangan tambahan atau extra flight.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (21/12/2018).

Ia mengatakan extra flight ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan penumpang yang cukup tinggi selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2019.

Penerbangan tambahan itu sebagian besar dilakukan dari dan menuju Denpasar, Bali.

Seperti rute Jakarta-Denpasar PP, Surabaya-Denpasar dan Makassar-Denpasar PP.

“Target load factor untuk penerbangan tambahan ini mampu mencapai 90 persen. Yang jelas kami target yang paling maksimal untuk tahun baru ini,” ungkap Joseph Saul.

Periode extra flight mulai beroperasi dari tanggal 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019 dan frekuensinya extra flight setiap hari.

Target tersebut sejalan dengan realisasi peningkatan load factor Sriwijaya Air dalam hari-hari normal, yang telah mencapai 80 persen sejak terjalinnya Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Garuda Indonesia Group.

Terjalinnya KSO antara Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia Group membuat pasar semakin percaya dengan layanan maskapai, dan pihak manajemen terus berupaya meningkatkan pelayanan agar penumpang terlayani dengan baik.

“Sriwijaya Air akan terus mendorong profesionalitas untuk menjadi maskapai yang dapat dipercaya masyarakat. Selain itu, juga mampu terbang di segala cuaca dan dapat diperhitungkan bagi masyarakat kedepannya,” imbuhnya.

KSO ini akan semakin mempermudah masyarakat dalam memilih layanan penerbangan.

“Sekarang customer dapat memilih maskapai sesuai kantong dia, seperti kami Sriwijaya Air yang merupakan maskapai bintang 4 dibawah Garuda saat ini,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Garuda Indonesia Group melalui anak perusahaan PT Citilink Indonesia, mengambil langkah strategis dengan mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved