Koster Teguh pada Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Kawasan Teluk Benoa Tidak Bisa Direklamasi

"Saya pasti akan menolak dan saya harap seluruh komponen masyarakat kompak bersatu menolak rencana reklamasi,” ujarnya.

Koster Teguh pada Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Kawasan Teluk Benoa Tidak Bisa Direklamasi
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Gubernur Bali, Wayan Koster 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mengaku sudah mendengar dan melakukan pengecekan terkait dikeluarkannya ijin lokasi reklamasi Teluk Benoa oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

“Bukan izin lokasi, (melainkan) izin untuk melakukan analisa dampak lingkungan (Amdal) di Teluk Benoa,” kata Koster di Renon, Denpasar, Jumat (21/12/2018).

Baca: Jelaskan Penerbitan Izin Lokasi, Menteri Susi: Bukan Izin Reklamasi Teluk Benoa

Atas hal itu, Koster memastikan kepada masyarakat Bali, bahwa dirinya tetap pada posisi untuk melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang mana artinya kawasan Teluk Benoa tidak bisa direklamasi.

“Saya mohon dukungan dan doa restunya dari seluruh masyarakat Bali. Ini baru Amdal, nanti kalau sampai ada izin pelaksanaan reklamasi, misalnya kalau ada ke arah sana, saya akan mengajak masyarakat secara bersama-sama, ya kita tolak. Saya pasti akan menolak dan saya harap seluruh komponen masyarakat kompak bersatu menolak rencana reklamasi,” ujarnya.

Menurutnya, terkait izin (lokasi) reklamasi Teluk Benoa sudah habis masa berlakunya pada 26 Agustus 2018.

“Sudah habis itu, sudah gak berlaku lagi karena gak ada Amdalnya. Setelah ada ijin lokasi, harus ada ijin pelaksanaannya supaya lebih kuat yang prosesnya masih cukup panjang. Jadi ternyata dua tingkat itu, dan mau panjang atau pendek, itu gak bisa dilaksanakan. Saya sudah mempertaruhkan semuanya untuk itu, dan saya komit untuk itu,” imbuhnya.

Bahkan bila memang dipandang perlu, pihaknya siap bersurat kepada Presiden RI, termasuk merekomendasikan pembatalan Perpres 51 tahun 2014.

“Bisa saja itu, esensinya agar reklamasi tidak dilaksanakan di Teluk Benoa,” ucapnya.

Kedepan pihaknya sedang menyiapkan konsep, yakni hutan Mangrove akan dijadikan sebagai Taman Hutan Mangrove di wilayah Teluk Benoa, dan juga di tempat tersebut akan dibangun Pusat studi atau pusat kajian mangrove.

“Akan ditata di situ, jadi tidak direklamasi. Reklamasi tidak dilaksanakan karena visi Nangun Kerthi Sat Loka Bali untuk menjaga alam, ya kalau gamblangnya ya tolak,” tegasnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved