Menikah Di Usia Muda Dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas Akui Menyesal

Menikah dengan Putra Mahkota Keraton Yogyakarta tak serta merta GKR Hemas langsung berada di Keraton.

Menikah Di Usia Muda Dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas Akui Menyesal
Tribunnews
Sri Sultan (Mas Herjuno) dan GKR Hemas ketika masih tinggal di Madukismo. 

"Ketika itu usia saya 20. Sedangkan Mas Herjuno 25. Terus terang saya menyesal. Saya merasa masih terlalu muda untuk menikah."

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X ()

Menikah dengan Putra Mahkota Keraton Yogyakarta tak serta merta GKR Hemas langsung berada di Keraton.

"Sejak saat itulah saya meninggalkan Jakarta, ikut suami ke Yogyakarta. Kami tidak tinggal di dalam Keraton, melainkan di daerah Madukismo (kawasan pinggiran kota Yogyakarta, terkenal dengan pabrik gula di mana Keratonmempunyai banyak saham di situ, Red)."

Di Madukismo, GKR Hemas dan Mas Herjuno hidup layaknya orang biasa, norma keraton tak terlalu ketat dan bergaul dengan masyarakat biasa setempat.

"Banyak tetangga kami yang anggota masyarakat biasa. Demikianlah saya dan anak-anak bergaul dengan lingkungan macam ini."

"Selain itu kami sangat jarang bertandang ke Keraton. Paling hanya sekali-dua, itu pun kalau kebetulan Ngerso Dalem (Sultan Hamengku Buwono IX, Red) rawuh (datang. Red) dari Jakarta."

Ia harus tinggal di pinggiran kota Yogyakarta selama 11 tahun.

"Kami menetap di sana 11 tahun, hingga akhir Februari 1989 kami pindah ke dalam Keraton."

Usai pindah dari Maduksimo, baru GKR Hemas merasakan adat budaya ketat Keraton Yogyakarta.

'Itu terjadi pada awal tahun 1989, sebulan sebelum Sultan Hamengku Buwono IX wafat. Ketika itu yang meminta kami pindah adalah almarhum sendiri."

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved