Penemuan Mayat di Areal Sungai Karang Anyar Tabanan, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan Luar

Saat ia melintas di areal sungai karang anyar, Kariama justru melihat seorang perempuan tergeletak di areal dekat sungai tersebut

Penemuan Mayat di Areal Sungai Karang Anyar Tabanan, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan Luar
Polsek Pupuan
Proses evakuasi mayat perempuan yang ditemukan di areal dekat sungai karang anyar, Banjar/Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu (22/122018). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 08.15 Wita, I Nyoman Kariama (50) melintas di sebuah jalan perkebunan di wilayah Banjar/Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Namun, saat ia melintas di areal sungai karang anyar, Kariama justru melihat seorang perempuan tergeletak di areal dekat sungai tersebut.

Hal itu membuatnya terkejut dan melaporkan ke pihak Perbekel setempat.

Setelah melaporkan peristiwa tersebut, saksi bersama pihak desa dan polisi mendatangi TKP penemuan mayat tersebut.

Dan diketahui identitas dari perempuan tersebut adalah Ni Nengah Arniati (50) yang berasal dari Banjar/Desa Karya Sari.

"Awalnya dilihat oleh salah satu warga yang kebetulan melintas. Dan langsung dilaporkan ke pihak desa dan kami di polisi," kata Kapolsek Pupuan, AKP Ida Bagus Mahendra, Sabtu (22/12/2018).

AKP Mahendra melanjutkan, setelah melakukan olah TKP langsung melakukan pemeriksaan luar pada badan korban.

Pemeriksaan sendiri dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Pupuan II.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hanya saja, dari hidung dan mulut korban mengeluarkan busa karena korban memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Dia melanjutkan, kemudian ada juga beberapa bagian tubuh lainnya seperti payudara bagian kiri berwarna kebiruan karena benturan, luka di dahi kiri, telapak kaki dan tangan mengalami lebam, serta lecet pada punggung bagian atas pinggang.

"Hasil visum luar korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban memiliki riwayat sakit hipertensi. Penjelasan dari pihak keluarga korban juga mengonsumsi obat setiap hari," katanya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved