Breaking News:

Perampokan di Jalan Badak Agung Denpasar

Ceritakan Detik-detik Perampokan di Jalan Badak Denpasar, Ketut Waridana: Diam Kalau Mau Selamat!

Senin (24/12/2018) menjadi hari yang tak disangka-sangka Ketut Waridana, seorang penjaga rumah di Jalan Badak Agung XVII

Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Ketut Waridana (saksi/penjaga rumah) menceritakan kronologi kejadian perampokan di TKP rumah di Jalan Badak Agung XVII no 3A, yang dirampok sekitar pukul 12.00 WITA siang tadi. 

"Dia bilang siapa kamu, saya bilang hanya pembantu dan jaga rumah di sini. Mana bos kamu, saya bilang di luar negeri, Timor Leste. Dia bilang siapa lagi di sini, saya bilang sendiri saja saya jaga. Kapan bosmu ke sini, sebulan sekali saya jawab sambil tengkurap dan diikat. Terus dia juga bilang ada cctv gak di sini sama di mana kamar bos kamu, saya bilang gak ada. Kamarnya di sini sama di atas," imbuhnya sembari mengatakan mengapa dirinya tidak menduga adanya pencurian.

Dengan nada yang menyesal dia kembali menceritakan detik-detik kejadian tersebut.

Saat dibekap dengan keras di lehernya, dia memohon agar tetap hidup dan menyilahkan perampok tersebut beraksi.

"Saya mohon tetap hidup, silakan kalau bapak mau ambil apa saja. Dia bilang jangan, diam saja kamu di sini, aman kamu, selamat kamu," kata dia sambil memegang lehernya yang masih terasa sakit.

Ada empat kamar yang diobrak-abrik yakni lantai satu dua kamar dan lantai dua dua kamar. Juga sebuah berangkas yang dibongkar berisi surat-surat. Sementara barang berharga lain, tidak ada yang hilang dari apencurian tersebut.

"Belum bisa saya deteksi yang kecil-kecil itu, mungkin sejenis jam atau apa. Hanya berangkas itu berisikan surat-surat kendaraan ini, tapi di kamar lain itu tidak ada barang penting, belum saya cek, apakah ada barang berharga karena belum pernah ngobrol. Tapi dari konfirmasi, atas dan bawah gak ada berharga karena semua sudah disimpan di bank. Apa dia dapat yang dia cari atau tidak, belum tahu pasti kehilangannya," kata Waridana yang sudah 4-5 bulan ini disuruh menjaga rumah bos-nya itu.

Tidak ada kerusakan berarti dalam aksi perampokan di rumah milik Ahmad Alkatiri tersebut.

Waridana menyebut kerusakan terjadi di pintu dan berankas yang dibongkar.

Namun, di lain sisi ada hal aneh yang dilakukan perampok tersebut. Waridana mendengar pencuri itu berkata akan menghidupkan AC.

"Dia bilang pasti kepanasan kamu. Nih saya nyalakan AC. Bunyinya tit tit, dan dia kencing dulu bunyi di kamar mandi. Terus itu dia panggil temannya dan saya dengar pintu sudah ditutup dan bunyi pagar juga, akhirnya saya coba lepaskan ikatan di tangan saya," sebutnya, yang masih ingat betul aksi mereka.

Lokasi perampokan di Jalan Badak Agung XVII no 3A, Senin (24/12/2018) sekitar pukul 12.30 Wita siang tadi.
Lokasi perampokan di Jalan Badak Agung XVII no 3A, Senin (24/12/2018) sekitar pukul 12.30 Wita siang tadi. (Tribun Bali/Busrah Ardans)
Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved