Pemprov Bali Anggarkan Rp 15 M pada Anggaran Perubahan 2019 untuk Shortcut Denpasar-Singaraja

Pemprov Bali menganggarkan dana sebanyak Rp 15 miliar pada anggaran perubahan 2019 untuk jalan pintas Denpasar-Singaraja

Pemprov Bali Anggarkan Rp 15 M pada Anggaran Perubahan 2019 untuk Shortcut Denpasar-Singaraja
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali, Wayan Koster (kanan) nampak berbicang dengan Kepala Biro Humas dan Humas Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra saat bertemu dengan awak media di Warung Be Sanur Denpasar, Jum'at (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menganggarkan dana sebanyak Rp 15 miliar pada anggaran perubahan 2019 untuk jalan pintas (shortcut) Denpasar-Singaraja.

Hal itu dijelaskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster saat bertemu dengan para awak media di Warung Be Sanur, Denpasar, Jumat (21/12/2018) lalu.

"Jadi kami menganggarkan di APBD perubahan itu Rp 15 miliar untuk penyediaan lahan jalan singkat Singaraja-Denpasar untuk titik 3-4," jelas Koster.

Setelah ditelisik ternyata dana yang dibutuhkan dalam membuat shortcut tersebut mencapai Rp 29 miliar, dan akan dikucurkan pada 2019 mendatang.

"Jadi ternyata habisnya hampir dua kali," terangnya.

Meski begitu, dana tersebut akan dikucurkan oleh pemerintah Provinsi Bali dikarenakan mulai tahun depan titik 3-4 sudah akan dibangun, sedangkan titik 5-6 sendiri dibangun mulai 2018 ini dan juga akan berlanjut pada 2019 mendatang.

"Jadi di 2019 itu titik 3-4 dan titik 5-6. Kalau titik 3-4 dan 5-6 ini sudah selesai sebenarnya itu sudah perubahan yang sangat jauh terhadap jalur Singaraja-Denpasar. Karena di empat titik ini sumber tikungannya tajem-tajem," jelasnya.

Diterangkan Gubernur Koster, pada titik 5-6 saja awalnya mempunyai 15 tikungan dan kini telah dikurangi hingga tinggal 5 tikungan saja.

Tak hanya itu, pada lebar jalan juga turut bertambah dari yang awalnya 7 meter kini menjadi 9 meter, serta ditambah juga dengan bahu jalan yang masing-masing dua meter sehingga totalnya lebar jalan menjadi 13 meter.

"Kedepan Buleleng tidak lagi banyak tikungan, jalan tidak terlalu miring sehingga perjalanan menjadi nyaman, waktunya lebih singkat," terangnya.

Gubernur Koster juga menyatakan bahwa shortcut Denpasar-Singaraja dari dulu hanya bisa didengar ceritanya semata, namun sekarang sudah kongkret bisa dilaksanakan. (*) 

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved