Wiki Bali

TRIBUN WIKI - Ini 25 Jenis Cetik atau Racun Tradisional Bali, Crongcong Polo Paling Mematikan

Dalam kehidupan masyarakat Bali dikenal dengan berbagai jenis racun tradisional atau cetik yang sangat berbahaya

TRIBUN WIKI - Ini 25 Jenis Cetik atau Racun Tradisional Bali, Crongcong Polo Paling Mematikan
Net
Cetik kerikan gangsa 

6. Medang Api

Gejala terkena racun ini yaitu sakit melilit pada pusar, mata tidak merah, dan rambut tubuh berdiri.

7. Kakecretan

Tubuh mengalami demam tinggi, dan badan terasa sangat sakit.

8. Racun Air Keras

Badan akan hitam kebiru-biruan seperti terkena pukulan.

9. Warangan (Arsenicum)

Terbuat dari arsenik.

Mata berwarna merah dan kuku berwarna darah jika terkena cetik ini.

10. Ancar

Seseorang yang terkena racun ini akan mengeluarkan darah dari mulut.

11. Racun Palesir

Sakit yang dialami yaitu muntah berak (muntaber), dan mulut tak bisa dibuka.

12. Cetik Krawang

Dibuat dengan kerikan gangsa dicampur medang bambu gading dan bambu buluh.

13. Cetik Jinten

Dibuat dari tulang manusia.

14. Cetik Badung

Sarananya menggunakan banyeh atau air yang keluar dari mayat.

15. Cetik Buntek

Terbuat dari usus ikan buntek.

16. Cetik Sigar Mangsi

Bahan cetik ini menggunakan lateng layar di laut.

17. Cetik Tanah Garu

Jika terkena cetik ini, kuku akan bergaris merah melintang.

18. Cetik Cadang Galeng

Cetik ini membuat seseorang tak bisa tidur, kepala berat siang malam.

19. Bangkruk Mas

Cirinya yaitu kulit kuning, rambut di tubuh berdiri.

20. Bangkruk Drampe

Terkena racun ini akan menyebabkan kulit berkerut-kerut dan perut sakit melilit.

21. Lebur Barus

Perut kembung, menggigil dan mencret.

22. Cetik Beruang

Gejalanya suka menggaruk-garuk, dan perutnya sakit.

Sakitnya muntah darah.

23. Cetik Kembang Rak

Ciri-ciri terkena racun ini yaitu kuku keungu-unguan.

24. Cetik Walang

Ciri-ciri terkena cetik ini yaitu pikiran lesu, mata kuyu, dan selalu ingin tidur.

25. Cetik Anten Kembar

Ciri-ciri orang yang terkena cetik ini yaitu tubuh kelihatan kuning, dan kuku juga kuning. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved