Breaking News:

Ini Sejumlah Tanggapan Masyarakat Bali Terkait Pergub Pembatasan Penggunaan Plastik

Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai merupakan Pergub ketiga yang diterbitkan semenjak 2,5 bulan kepe

Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Penggunaan plastik di Pasar Badung. Inzet: Kadek Widanti (33) pedagang pakaian yang mendukung adanya Pergub Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, di Pasar Badung, Jl. Sulawesi No.1, Kota Denpasar, Bali, Rabu (26/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak Gubernur Bali, I Wayan Koster kembali menerbitkan kebijakan berupa Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai pada Senin lalu, sejumlah masyarakat mendukung adanya Pergub tersebut.

Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai merupakan Pergub ketiga yang diterbitkan semenjak 2,5 bulan kepemimpinan Koster.

Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai akan diberlakukan mulai 1 Januari 2019.

Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan waktu 6 bulan bagi produsen, pemasok, pelaku usaha dan penyedia plastik untuk menyesuaikan usahanya sebelum diberikan sanksi bagi pihak-pihak yang tidak mematuhi Pergub Bali ini.

Pemerintah Provinsi Bali juga membentuk tim untuk melakukan pembinaan dan pengawasan agar Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai berjalan efektif.

Tim tersebut bertugas melakukan edukasi, sosialisasi, konsultasi, bantuan teknis, pelatihan/pendampingan kepada produsen, distributor, penyedia dan masyarakat pada umumnya serta penegakan hukum.

Ditemui di kawasan Pasar Badung, Denpasar, Bali, Rabu (26/12/2018) sejumlah pedagang pakaian dan pembeli di Pasar Badung mengaku mendukung adanya Pergub Bali tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

"Saya dukung. Lebih bagus itu untuk mengurangi sampah. Saya tahu peraturan itu awalnya dari supermarket. Ya mungkin nanti saya siapkan kantong pengganti plastik tapi ya harus beli. Kalau konsumen tidak bawa kantong belanja ya harus beli. Tapi kalau sudah mengerti pasti bawa sendiri," ucap Kadek Widanti (33), seorang pedagang pakaian.

"Sangat mendukung dong untuk mengurangi sampah plastik. Sudah tau peraturannya dari plakat-plakat. Informasi juga ada. Bali tambah bersih. Biar tidak ada sampah plastiknya," jelas Sari Agustina (40), seorang pembeli pakaian.

"Tidak tahu peraturannya. Ya nanti bawa plastik sendiri dari rumah kalau ada peraturan begitu. Saya mendukung karena sudah program pemerintah. Peraturannya bagus, Ya semoga bisa mengurangi sampah plastik," jelas Yunita (28), seorang pengunjung di Pasar Badung, Denpasar, Bali. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved