Liputan Khusus

Pasca Penolakan JBC Bali Kembali Bangun Pembangkit, Begini Tanggapan PHDI

Pasca penolakan proyek Jawa-Bali Crossing (JBC) oleh PHDI Bali dan Gubernur Bali, PT PLN kini mulai menjajaki rencana baru

Pasca Penolakan JBC Bali Kembali Bangun Pembangkit, Begini Tanggapan PHDI
http://cdnimage.terbitsport.com
Ilustrasi 

Perbedaannya dengan JBC, Jawa Bali Connection hanya mentransmisikan kabel di atas laut sampai di pertengahan Selat Bali. Sedangkan JBC kabel seluruhnya dilewatkan udara.

Dalam Jawa Bali Connection, nantinya direncanakan di pertengahan Selat Bali akan ada tower yang kemudian menghubungkan kabel ke bawah laut.

Cara ini ditempuh, karena rencana untuk membentangkan kabel di udara (di atas laut) di sepanjang Selat Bali ditolak PHDI.

Baca: Bhisama Ini Alasan PHDI Bali Tolak Pelaksanaan Proyek JBC

Menurut PHDI, JBC dianggap melanggar kepercayaan bahwa Jawa-Bali tidak boleh disambung, kendati dengan kabel.

Rencana proyek Jawa Bali Connection yang merupakan modifikasi dari JBC ini dipastikan menelan anggaran lebih besar daripada JBC. Sebab, biaya menggunakan kabel laut lebih mahal.

PLN belum berani memastikan berapa duit yang dibutuhkan untuk mewujudkan Jawa Bali Connection tersebut.

Namun menurut kabar yang beredar, biaya yang dibutuhkan jika transmisinya menggunakan kabel laut hingga Rp 5 triliun, yang berasal dari dana pinjaman.

Saat ini PLN masih melakukan studi tentang kedalaman laut di Selat Bali.

“Jadi sekarang masih kami kaji bersama PT PAL. Berapa kedalamannya, terus towernya ditaruh dimana. Itu membutuhkan waktu sampai pertengahan 2019 ini,” jelas Suwarjoni.

Rencana yang baru digagas PLN ini rupanya belum disampaikan ke PHDI Bali. Pihak PLN mengaku baru menyampaikan ke Gubernur Bali I Wayan Koster secara lisan.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved