Liputan Khusus

Pasca Penolakan JBC Bali Kembali Bangun Pembangkit, Begini Tanggapan PHDI

Pasca penolakan proyek Jawa-Bali Crossing (JBC) oleh PHDI Bali dan Gubernur Bali, PT PLN kini mulai menjajaki rencana baru

Pasca Penolakan JBC Bali Kembali Bangun Pembangkit, Begini Tanggapan PHDI
http://cdnimage.terbitsport.com
Ilustrasi 

“Yang jelas PHDI dulu, beliau-beliau itu ngomong apa, dan sudah jelas apa yang ditolak. Jadi selama yang ditolak itu dipenuhi, seharusnya kan selesai. Sekarang apanya yang ditolak lagi?,” kata Joni dengan nada tanya.

Sebelumnya, proyek JBC mendapat penolakan keras dari PHDI dan Gubernur Bali, termasuk dari Bupati Buleleng.

Rencana JBC dianggap melewati kawasan yang melanggar kesucian pura.

Apalagi sudah ada Perda Nomor 9 Tahun 2013 Tentang RTRW Kabupaten Buleleng pasal 14 ayat 3 tentang jaringan transmisi tenaga listrik dan kaitannya dengan radius kesucian pura.

Selain itu, ada pula bhisama PHDI mengenai kesucian pura Nomor 11/kep/I/PHDI/1994 tertangal 25 Januari 1994, yang menyatakan bahwa tempat-tempat suci tersebut memiliki radius kesucian yang disebut Daerah Kekeran, dengan ukuran Apeneleng, Apenimpug, dan Apenyengker.

Artinya, untuk Pura Sad Kahyangan diterapkan ukuran Apeneleng (minimal 5 km dari pura), untuk pura Dang Kahyangan diterapkan ukuran Apeneleng (minimal 2 km dari pura), dan untuk Pura Kahyangan Tiga dan lain-lain diterapkan Apenimpug atau Apenyengker.

Dalam proyek JBC, Pura Segara Rupek masuk dalam kategori Apeneleng dengan jarak bangunan tower listrik tidak boleh di areal 2 km dari pura.

Selain itu, kepercayaan umat Hindu mengenai cerita rakyat tentang Mpu Sidi Mantra yang bermakna bahwa apabila Pulau Jawa dan Bali disambungkan, maka akan terjadi malapetaka buat warga Bali.

“Bukan Jawa-nya yang terjadi malapetaka, tapi Balinya. Kalau ada apa-apa, siapa yang rugi? Kan warga Bali,” kata Sudiana pekan lalu. (*) 

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved