"Selfie" di Lokasi Bencana, Beri Simpati atau Pencarian Eksistensi?

Teknologi tidak hanya sebatas alat yang mempermudah urusan manusia, namun juga mengubah cara hidup

The Guardian via KOMPAS.com
4 orang terlihat mengambil foto diri di dekat lokasi bencana tsunami yang menunjukkan kerusakan parah di belakangnya. 

TRIBUN-BALI.COM - Perilaku orang-orang di jaman serba teknologi saat ini memang sudah banyak berubah.

Perubahan itu, salah satunya dipengaruhi oleh keberadaan teknologi juga.

Teknologi tidak hanya sebatas alat yang mempermudah urusan manusia, namun juga mengubah cara hidup mereka hingga menyentuh ke akar nilai-nilai yang sebelumnya sudah tertanam di masyarakat.

Misalnya pada fenomena masyarakat yang gemar berswafoto atau selfie di tempat-tempat tidak biasa, seperti tempat berbahaya, lokasi kecelakaan, bahkan lokasi bencana seperti yang baru-baru ini terjadi di Banten.

Selfie di lokasi tsunami

Sejumlah masyarakat tertangkap kamera tengah mengambil swafoto bersama dengan rekan lainnya di lokasi bencana tsunami yang masih porak-poranda.

Kejadian ini bahkan diberitakan oleh sebuah media internasional asal Inggris, The Guardian, dengan mengangkat judul “Disaster gets more likes: Indonesia’s tsunami selfie-seekers”.

Berita itu menyebutkan, ada dari mereka, yang jauh-jauh datang dari Cilegon, bahkan Jakarta, hanya untuk mengunjungi lokasi bencana secara langsung dan mengambil gambar diri.

Salah seorang pelaku swafoto, mengaku foto diri yang ia ambil bersama teman-temannya untuk diunggah ke akun Facebook miliknya.

Foto itu kemudian dijadikan bukti bahwa mereka benar sudah mengunjungi lokasi bencana dan menyalurkan bantuan donatur kepada para pengungsi.

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved