Jro Jangol Meninggal

Mendiang Jro Jangol Akan Diaben 4 Januari 2019, Ini Rangkaian Prosesi yang Akan Dilakukan Keluarga

Jasad dari mendiang Jro Jangol tengah disemayamkan sementara di rumah duka Jalan Pulau Batanta No. 70 Banjar Sebelanga, Denpasar Barat, Kota Denpasar

Mendiang Jro Jangol Akan Diaben 4 Januari 2019, Ini Rangkaian Prosesi yang Akan Dilakukan Keluarga
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Denpasar Made Mulyawan Arya alias De Gadjah melayat di rumah duka setelah mendengar Jro Jangol meninggal dunia, Jumat (28/12/2018). 

Jro Jangol Akan Diaben 4 Januari 2019, Ini Rangkaian Prosesi yang Akan Dilakukan Keluarga

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Jasad dari mendiang Jro Jangol tengah disemayamkan sementara di rumah duka Jalan Pulau Batanta No. 70 Banjar Sebelanga, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Jumat (28/12/2018).

Disinggung rencana prosesi pengabenan, pihak keluarga besar telah memohon hari baik pada sulinggih.

“Serangkaian pengabenan Jro Jangol akan diawali dengan proses ngeringkes, ngajum, dan ngaskara pada 2 Januari 2019,"  jelas Ipar mendiang Jro Jangol, Jro Putra.

"Sedangkan tanggal 4 Januari merupakan puncak acara, yakni pengabenan yang akan digelar di Setra Gandamayu Seblanga.”

"Mengingat beliau bergelar Jro Gede atau pemangku, dianjurkan proses langsung diaben."

“Kalau seorang Jero Gede memang tidak boleh ditanam (kubur). Memang harus diaben. Kalau itu dipendemin itu ngeletehin jagad jadi harus langsung diaben. Tapi, kami ambil tingkatan upacara yang sederhana,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mendiang Jro Jangol tiga hari lalu mengeluhkan sakit flu dan batuk disertai sesak.

“Dinihari tadi merasakan sesak, hingga terjatuh. Kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh pihak Lapas,” ungkap Jro Gde Putra di kediaman rumah duka.

Jro Putra menyampaikan mendiang Jro Jangol tidak memterlihat tanda-tanda atau semacamnya, bahkan saat hari raya galungan kemarin pun keluarga besuk ke Lapas Kerobokan biasa bercanda-canda bersama anak dan keluarga.

“Kemarin Galungan dan manis kan kunjungan bersama dari pagi. Dengan kondisi biasa tapi beliau (Mendiang Jro Jangol) sedikit mengeluhkan batuk pilek dan sesak. Tapi ceria bersama anak-anak dan istri,” ucapnya.

Dari dinihari tadi observasi pertama oleh tim medis RS Kasih Ibu Denpasar tidak ada perubahan hingga ditangani di Ruang ICU sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia pukul 04.39 WITA.

“Jadi Jro tidak ada sempat pesan apa-apa. Dari awal sesak, lalu jatuh di dalam sel Lapas Kerobokan hingga terakhir itu tidak ada pesan apa-apa ke keluarga."

"Dan kami keluarga juga tidak ada firasat atau pertanda apa-apa,” tutur Jro Putra dengan lirih.

Jro Putra mewakili pihak keluarga dari Alm. Jro Jangol bila ada kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun tidak sengaja selama semasa hidup memohon maaf sebesar-besarnya kepada semuanya. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved