Pembahasan Ranperda Desa Adat Tak Melalui Pansus

Ranperda Desa Adat mulai dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali usai diajukan oleh Gubernur Wayan Koster

Pembahasan Ranperda Desa Adat Tak Melalui Pansus
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry mengumpulkan beberapa stakeholder terkait Ranperda Desa Adat di Ruang Baleg Gedung DPRD Bali, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Adat mulai dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali usai diajukan oleh Gubernur Wayan Koster pada Rabu (19/12/2018) lalu.

DPRD Bali, seperti yang diinginkan oleh Gubernur Koster, mengupayakan Ranperda ini bisa diketok palu pada Februari 2019 mendatang.

Namun, dalam mekanisme pembahasannya, Ranperda ini berbeda dari biasanya.

Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry menegaskan bahwa Ranperda tentang Desa Adat ini tidak akan melalui pembentukan panitia khusus (pansus), melainkan akan dibahas oleh Komisi I dan Komisi IV DPRD Bali.

Hal itu, Sugawa Korry katakatan pada saat mengumpulkan beberapa stakeholder dari Dinas Kebudayaan dan tim ahli Ranperda Desa Adat di Ruang Baleg Gedung DPRD Bali pada Jumat (28/12/2018).

Saat ditemui Tribun Bali usai pertemuan tersebut, Sugawa Korry kembali menegaskan hal yang sama.

"Nanti tidak melalui pansus ini, (tetapi) melalui komisi. Komisi IV lalu Komisi I yang membidangi," jelasnya.

Melalui mekanisme tersebut, nantinya akan ditetapkan koordinator yang memimpin pembahasan Ranperda Desa Adat pada gabungan kedua komisi tersebut.

Sugawa Korry berasalan, dibahasnya Ranperda Desa Adat ini tidak melalui Pansus dikarenakan DPRD Bali menganggapnya sebagai hal yang sangat strategis.

Saat ditanya kapan akan dilakukan pemilihan koordinator, Sugawa Korry mengatakan bahwa paling lambat pada Senin (31/12/2018) mendatang sudah akan ditetapkan.

Hanya saja, kata dia, perlu adanya sinkronisasi antara kedua komisi guna membahas ranperda tersebut sebelum dibahas secara formal. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved