5.442 Data Kependudukan Warga Kota Denpasar Terancam Diblokir

Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, sebanyak 5.442 pendudukan yang wajib KTP belum melakukan perekaman

5.442 Data Kependudukan Warga Kota Denpasar Terancam Diblokir
Tribun Bali/I Putu Supartika
Suasana pelayanan di Disdukcapil Kota Denpasar beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, sebanyak 5.442 pendudukan yang wajib KTP belum melakukan perekaman.

Jika sampai esok, Senin (31/12/2018), tidak melakukan perekaman otomatis data kependudukannya akan diblokir.

"Jika warga Kota Denpasar yang berumur 23 tahun ke atas tak melakukan perekaman e-KTP hingga 31 Desember 2018, maka otomatis data kependudukannya akan diblokir," kata Plt Disdukcapil Kota Denpasar, AA Istri Agung saat dihubungi, Minggu (30/12/2018) sore.

Dengan diblokirnya data kependudukan ini, maka yang bersangkutan juga tidak akan mendapat semua pelayanan kependudukan.

Pernyataan ini sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Disdukcapil.

"Datanya akan di-hidden atau diblok. Semua pelayanan kependudukannya juga ditutup," paparnya.

Warga Kota Denpasar yang wajib e-KTP sebanyak 480.879 orang dan yang telah melakukan perekaman sebanyak 475.437 orang.

Rincian warga yang belum melakukan perekaman yaitu Kecamatan Denpasar Utara sebanyak 300 orang, Denpasar Barat 1.692 orang, Denpasar Timur 1.745 orang, dan Denpasar Selatan 1.705 orang.

Jika nantinya telah melakukan perekaman, maka blokiran tersebut akan dibuka.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved