Enam Hari Sebelum Kuningan Disebut Ulihan, Apa Makna Hari Ulihan?

Dalam wewaran, Ulihan ini jatuh pada Redite (Minggu) Wage, wuku Kuningan atau enam hari sebelum Hari Raya Kuningan

Enam Hari Sebelum Kuningan Disebut Ulihan, Apa Makna Hari Ulihan?
Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi umat Hindu sembahyang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu rangkaian dari Hari Raya Galungan dan Kuningan yaitu hari Ulihan.

Ulihan dilaksanakan hari ini, Minggu (30/12/2018).

Dalam wewaran, Ulihan  jatuh pada Redite (Minggu) Wage, wuku Kuningan atau enam hari sebelum Hari Raya Kuningan.

Pada hari ini umat Hindu melaksanakan persembahyangan kepada Sang Hyang Widhi dengan segala manifestasinya.

Saat Ulihan, para dewata kembali ke singgasananya masing-masing dan umat mengucap syukur atas segala karunia-Nya.

Dalam buku Hari Raya Galungan yang ditulis Ni Made Sri Arwati dikatakan bahwa Ulihan merupakan saat kembalinya para Dewata ke Kahyangan.

Sementara it,  dalam Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir terhadap Aspek-aspek Agama Hindu yang diterbitkan oleh Parisada Hindu Darma Pusat, Ulihan juga diterjemahkan sebagai oleh-oleh.

Pada Ulihan ini berarti kembalinya Dewa dan Pitara dengan disuguhkan oleh-oleh berupa rempah-rempah, urutan, beras, dan sebagainya.

Saat ini umat Hindu juga menghaturkan canang raka dan soda di kemulan untuk memohon keselamatan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved