Bandara Buleleng Akan Dibangun di Bukit Teletubies, Ini Kata Budi Karya Sumadi

Lahan di wilayah Desa Kubutambahan ini dinilai paling ideal bila dibandingkan di wilayah Desa Celukan Bawang

Bandara Buleleng Akan Dibangun di Bukit Teletubies, Ini Kata Budi Karya Sumadi
Tribun Bali / Ratu Ayu Astri Desiani
Lahan untuk rencana lokasi pembangunan bandara Buleleng 

"Panjang landasan pacu minimal 3.000 meter dulu. Diharapkan cukup sebagai bandara internasional. Kalau lahannya 300 sampai 400 hektare sebenarnya lebih besar dari Bandara Ngurah Rai, jadi bisa menampung 25 juta sampai 35 juta penumpang,” terang Menhub.

Untuk estimasi biaya, Menhub menyatakan belum dihitung.

Ini karena land development-nya cukup besar sehingga belum diestimasikan secara pasti.

Di sisi lain, Menhub memastikan proses bidding atau tender proyek pembangunan bandara ini bakal transparan.

Proses tender bakal dimulai pada 2019 mendatang setelah melalui studi lebih lanjut.

"Dalam tender itu kita usahakan setransparan mungkin bahwa mereka yang paling kompeten, efisien, dalam satu bidding contest itu akan kita diskusikan dengan Pak Gubernur seperti apa,” tandasnya.

Lahan Tak Masalah

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Pramesti, menyatakan secara garis besar tak ada masalah dengan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan bandara.

“Lahannya sebagian besar merupakan lahan milik adat. Dan Pak Gubernur dan Pak Bupati sudah menjanjikan bahwa lahan tidak ada masalah,” ungkap Polana Pramesti saat ditemui di Posko Terpadu Monitoring Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019 di Bandara Ngurah Rai, kemarin sore.

Karena adanya jaminan dari gubernur dan bupati mengenai lahan tersebut, Kemenhub selanjutnya memproses penetapan dan pembangunan bandara.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved