Kenalkan Sketsa di Pagelaran Denfest, Kusara Ajak Amati Dunia

Kenalkan Sketsa di Pagelaran Denfest, Kusara Ajak Amati Dunia bersama anak muda

Kenalkan Sketsa di Pagelaran Denfest, Kusara Ajak Amati Dunia
Komunitas Kusara
Anggota Komunitas Kusara tengah mengerjakan sketsa di Denpasar Festival 2018 area Jln. Veteran, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pagelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-XI tinggal sehari lagi berakhir.

Banyak sekali hal unik yang bisa ditemukan di Denfest, mulai dari kuliner, kerajinan hingga ke seniman yang ikut berpatisipasi meramaikan pagelaran penghujung tahun ini.

TRIBUN-BALI.COM, Denpasar - Stan Kusara adalah satu-satunya stan yang memamerkan hasil sketsa anggota yang tergabung dalam komunitas Kusara. 

Kusara berasal dari Bahasa Kawi atau Jawa Kuno artinya rumput ilalang.

Komunitas Kusara bergerak untuk mengabadikan momen di sekitar melalui sketsa. Komunitas ini bisa diikuti oleh siapapun yang berminat, baik seniman maupun bukan seniman.

Namun saat ini anggotanya masih didominasi mahasiswa. 

Baca: Dukung Komunitas Lokal, 4 Hotel di Indonesia Raih Penghargaan Travel With Purpose Action Grant 

Baca: Temukan Komunitasmu di Publik Bali, Hadirkan Comfort Food dengan Suasana Tropikal

Baca: Tulis Doa dan Gantungkan di Pohon Harapan, Karya Komunitas Perupa untuk HUT Kota Tabanan

"Sebenarnya Kusara ini menumbuhkan kesadaran tentang keberadaan kita. Jarang sekali kita mengamati dunia ini secara mendalam. Terlebih lagi di era digital ini, yang membentuk karakter acuh tak acuh dengan kondisi sekitarnya. Melalui kegiatan sketsa Komunitas Kusara ini, setidaknya ada dua hal yang dibangun yaitu keterampilan membuat sketsa dan membangun kembali kondisi anak muda untuk lebih peduli dengan kondisi sekitarnya," jelas I Putu Udiyana Wasista (33) pembina Komunitas Kusara via pesan.

 Anggota komunitas Kusara berjumlah 66 orang. Namun yang ikut partisipasi saat Denfest 2018 sebanyak 22 orang dengan 22 karya menggunakan frame dan 6 buku sketsa.

Pada Minggu (30/12/2018), stan Kusara yang berada di Jln. Veteran area Lapangan Puputan Badung tersebut nampak tidak ada penjagaan.  

Menurut pengakuan Udiyana, Pemkot sudah membantu untuk penjagaan stan namun beberapa hari belakangan stan kosong.  

"Kalau nanti ada kesempatan lain akan dipersiapkan lagi untuk jaga stan dan pemasangan harga karya. Karena sejauh ini kami cuma diminta pameran saja," tambahnya. 

Selain partisipasi di Denfest, Komunitas Kusara juga keliling sebulan minimal 2 kali untuk membuat karya sketsa dengan tema Denpasar Sketch Storyyang mengkhususkan sketsa bagian kehidupan di Kota Denpasar seperti dokar, bemo, daerah tua di Gajah Mada, Tukad Badung dll.

Kegiatan dan karya Komunitas Kusara juga dibagikan di media sosial @kusarabali. 

"Kami juga tidak terlepas dari komunitas lainnya seperti Urban Sketcher yang bergerak terlebih dahulu. Apalagi gerakan sketsa ini sudah menjadi gerakan global berkat mereka. jadi kami berharap Komunitas Kusara dan Urban Sketcher dikenal lebih luas lagi," tutupnya. (*)

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved