Raup Untung Saat Malam Tahun Baru 2019, Juwono Pilih Berdagang Petasan Berizin

Juwono (56) adalah pedagang petasan musiman asal Blitar yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan pedagang kerupuk

Raup Untung Saat Malam Tahun Baru 2019, Juwono Pilih Berdagang Petasan Berizin
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Juwono tengah melayani pembeli petasan saat malam pergantian tahun 2019 di Jalan Bedugul, Sidakarya, Denpasar, Bali, Senin (31/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bukan hanya penjual petasan nakal tanpa izin, ada juga penjual petasan berizin di Jalan Bedugul, Sidakarya, Denpasar, Bali.

Terdapat 6 stan penjual petasan berizin berjajar di Jalan Bedugul, Renon, Denpasar, Bali, Senin (31/12/2018).

Juwono (56), penjual petasan musiman asal Blitar yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan penjual kerupuk ini, mengaku mencari pendapatan lain saat tahun baru.

Menurut keterangannya, izin menjual dan memasarkan kembang api tersebut dengan mendapat surat izin dari kepolisian.

"Saya baru pertama kali jualan petasan. mumpung tahun baru ya ikut memeriahkan sambil mencari hiburan," ucapnya sembari memerlihatkan surat izin dari kepolisian.

Juwono memerlihatkan surat izin dari kepolisian, di Jalan
Juwono memerlihatkan surat izin dari kepolisian, di Jalan (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)

Surat izin yang dikantongi yaitu surat izin menjual dan memasarkan kembang api merk sun firework, menjual dan memasarkan sisa stok kembang api merk flower basket dan G89, serta menjual dan memasarkan kembang api merk HSK fireworks.

Baca: Kondisi di Jalan Poppies Padat Oleh Wisatawan Domestik dan Mancanega

Baca: Penumpang Menuju Nusa Penida - Lembongan Jelang Tahun Baru 2019 Menurun

Baca: Masyarakat Duduk Bersila Menyaksikan Pementasan Penyanyi Cilik Bali Kumara 6

Petasan dan kembang api yang dijual pun bervariasi, mulai dari berukuran kecil dan sedang.

Petasan berukuran kecil dijual Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu.

Petasan ukuran sedang dijual Rp 40 ribu.

Ia mengaku mengeluarkan modal awal sebesar Rp 500 ribu.

"Terus terang, saya kan jualannya banyak. Saya harganya ngawur. Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah juga. Yang penting bisa dapat untunglah. Ya mudah-mudahan habis, pembeli seneng saya juga ikut seneng. Soalnya setahun sekali untuk menyambut tahun baru," tutupnya. (*)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved