Breaking News:

Belasan Pedagang Nedauh Mercure di Pantai Mertasari Sanur Belum Dapat Kepastian Relokasi

Meski sudah mulai dibongkar, namun hingga kini rencana relokasi pedagang Nedauh Mercure di Pantai Mertasari, Sanur belum ada kepastian lokasinya

Tribun Bali/eurazmi
Wayan Sumerta, hanya bisa tertunduk lesu saat membongkar kios yang ditempatinya sejak 2006 di kawasan Pantai Mertasari Denpasar, Selasa (1/1//2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masa berlaku surat pengosongan lahan oleh Gubernur Bali kepada 17 pedagang Nedauh Mercure di Pantai Mertasari, Sanur telah habis. 

Pedagang harus mengosongkan lahan maksimal Rabu (2/1/2018) hari ini.

Meski sudah mulai dibongkar, namun hingga kini rencana relokasi pedagang belum ada kepastian lokasinya.

Pantauan Tribun Bali di lokasi, sejumlah lapak milik pedagang sudah mulai dibongkar.

Sebelumnya, sejumlah lapak yang  berdiri di atas lahan milik Pemerintah yang disewa oleh PT Sanur Hasta Mitra ini sudah harus dikosongkan per tanggal 31 Desember 2018.

Namun karena banyak hal, sejumlah pedagang masih ada yang tetap bertahan berjualan sementara hingga batas waktu ditentukan.

Ketua Kelompok Paguyuban Pedagang Nedauh Mercure, Nyoman Gede Ary Wirawan membenarkan bahwa rencananya, Satpol PP juga akan membongkar lokasi pedagang dengan alat berat.

Lebih lanjut, pihaknya hingga kini juga belum mendapatkan kepastian tempat relokasinya.

“Untuk tempat juga masih belum dapat. Masih menunggu tempat yang dijanjikan gubernur,” ungkapnya.

Ary menekankan untuk menuggu kepastian janji gubernur memberikan tempat untuk berjualan sesuai yang diucapkan kepada para pedagang saat berunjuk rasa ke Kantor Gubernur beberapa bulan lalu.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved