Capil Denpasar akan Sasar Sekolah untuk Pembuatan KIA

Untuk KIA ini pihaknya mengatakan tetap berjalan sepanjang ada permohonan serta sarana dan prasarana memadai.

Capil Denpasar akan Sasar Sekolah untuk Pembuatan KIA
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Orang tua menunjukkan KIA anaknya, Kamis (3/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Selama tahun 2018, pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Denpasar mencapai 50 ribu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Luh Lely Sriadi ketika ditemui, Kamis (3/1/2018) siang.

"Tahun 2018 kita sudah cetak KIA sebanyak 50 ribu. Sekarang blangkonya masih dan kemarin cetak 40-an," kata Lely.

Untuk KIA ini pihaknya mengatakan tetap berjalan sepanjang ada permohonan serta sarana dan prasarana memadai.

Tahun 2019 ini pihaknya akan mengadakan jemput bola ke SD dan SMP untuk pembuatan KIA ini.

"Tahun 2019 kami akan ke sekolah koordinasi dengan sekolah, yang mana dulu. Kalau diumumkan semua, nanti malah gawat dan ramai, antreannya jadi panjang. Intinya bagaimana caranya agar tidak ramai, sesuaikan dengan bahan kita yang ada di sini dan alat mampu tidak," katanya.

Baca: Pencetakan KIA di Bangli Belum Optimal, Dari Total 67.000 Anak Baru Tercetak 3.000 Keping

Baca: Kepemilikan Akta Lahir di Kota Denpasar Tembus 94 Persen, Disdukcapil Akan Terus Jemput Bola

Baca: Disdukcapil Akan Tarik E-KTP di Bawah Umur Melalui Sekolah

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar AA Istri Agung mengungkapkan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke SD dan SMP dan meminta agar persyaratan dikumpulkan oleh guru.

"Nanti biar guru yang ngurus langsung kolektif karena sudah ada bantuan dari pusat," katanya.

Untuk yang mengurus akte kelahiran masih tetap menggunakan sistem paket akte lahir langsung dapat KIA.

"KIA ini kan berlaku untuk anak yang baru lahir hingga umur 17 tahun kurang sehari," katanya.

Sementara untuk kegunaan KIA sendiri sampai saat ini masih hanya sebatas kartu identitas.

"Tidak ada aturan kalau nyari sekolah harus punya KIA. Dan belum juga ada kerja sama dengan pihak swasta untuk pemilik KIA misal dapat potongan kalau belanja. Itu belum ada," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved