Breaking News:

Proyek di Rumah Jabatan Bupati Picu Masalah, Rekanan Uruk Taman dengan Plastik, Kayu, dan Batu

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Rumah Jabatan Bupati Buleleng menuai masalah

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
SIDAK - Tim TP4D bersama Dinas Perkimta Buleleng melakukan sidak pembangunan RTH di kawasan Rumah Jabatan Bupati, Kamis (3/1/2019). 

"Kami minta agar diselesaikan tepat waktu. Pihak rekanan tadi juga sudah berjanji akan menambah jumlah mandor agar pengerjaan bisa tuntas pada 14 Januari mendatang. Namun jika hingga tanggal 14 Januari belum dituntaskan, maka sanksinya sudah pasti akan diputus kontrak oleh Dinas Perkimta," kata Eka Firdaus.

Baca: Tunjangan Dewan Berkisar Rp 37-55 Juta, Penurunan Disesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah

Baca: Jatah Bensin Hanya 30 Liter, Perpustakaan Keliling Kesulitan Perluas Cakupan Layanan

Baca: Kapolres Bangli Gendong Anggotanya ke Gerbang, Penghormatan untuk Personel yang Pensiun

Baca: Pemprov Bali Programkan 200 Unit Bedah Rumah dengan Anggara Rp 50 Juta per Unit

Komisaris CV Arya Dewata Utama, Ketut Yasa mengaku keterlambatan pengerjaan proyek RTH ini disebabkan lantaran diminta oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana untuk memplester planter box dari dalam.

Sementara hal itu tidak ada dalam perjanjian kerja sama kontrak.

Tak pelak, tanaman yang awalnya sudah ditanam terpaksa dibongkar kembali untuk diplester.

“Kalau pasangan vegetasi ini awalnya tidak diplester, karena tidak ada di dalam perjanjian. Bahkan vegetasi sudah ditanam dan progres sudah 70 persen. Tetapi kami diminta untuk membongkar lagi oleh Pak Bupati untuk diplester. Sehingga itu yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan dan progresnya masih di 60 persen,” ungkap Yasa.

Terkait penemuan plastik, kayu, dan batu di dalam planter box, Yasa mengatakan hal itu merupakan sisa pemasangan batu yang tercecer.

“Ini kan pepohonan kecil. Vegetasinya kan pohonnya tidak besar-besar. Memang ada batu, itu karena tercecer saat pemasangan batu paras. Dan itu sudah kami bersihkan. Nanti kami akan datangkan mandor dan bila perlu lembur tiap hari agar selesai pada tanggal yang ditentukan,” tutupnya.

Sedangkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana membantah meminta rekanan melakukan plester saat membangun vegetasi planter box.

“Tidak ada meminta itu (plester, Red). Yang saya minta, taati regulasi, taati aturan, ikuti RKS. Udah itu aja. Tidak ada meminta itu,” kata dia. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved