Badung Tanpa Angkutan Umum, Bus Sekolah Gratis Tak Bisa Terlaksana Tahun 2019

Tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Badung tidak bisa menyiapkan angkutan umum sebagaimana amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 200

Badung Tanpa Angkutan Umum, Bus Sekolah Gratis Tak Bisa Terlaksana Tahun 2019
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, AA Rai Yuda Darma. 

“Hasil studi mencakup enam kecamatan. Mungkin awal kita akan pakai sebagai role model adalah kecamatan yang ada di Badung utara. Selanjutnya akan mencakup kecamatan yang ada di Badung selatan,” jelasnya.

Pihaknya juga yakin, bila angkutan sekolah gratis telah berjalan, setidaknya bisa mengurangi kepadatan kendaraan pada jam-jam sibuk, seperti jam pulang sekolah dan jam pulang kantor.

"Harapannya kan anak-anak tidak lagi bawa kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah. Dengan begitu kepadatan kendaraan akan berkurang, setelah adanya angkutan gratis. Iya semoga pada 2020 program ini bisa terealisasi,” ujarnya sembari mengatakan ini akan  jadi program prioritas. 

Ada Transportasi Swasta

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, AA Rai Yuda Darma mengatakan, dengan tidak terealisasinya angkutan umum gratis, bukan berarti di Gumi Keris tidak ada sama sekali angkutan umum yang akan melayani masyarakat bepergian.

Sebab, menurutnya, masih ada angkutan sewa serta moda transportasi lainnya.

“Yang dimaksud oleh aturan itu angkutan yang disiapkan khusus pemerintah untuk melayani masyarakat. Untuk moda transportasi, seperti kendaraan sewa di Terminal Mengwi ada, tapi itu tidak disiapkan pemerintah, melainkan pihak swasta,” katanya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved