Breaking News:

Pahlawan Sampah di Tradisi Mekotek, Trash Hero Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan

Di tengah-tengah Tradisi Mekotek hadir relawan Trash Hero yang memungut sampah anorganik seperti plastik dan mika

Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Relawan Trash Hero (kaos kuning) terlihat memungut sampah plastik saat berlangsung Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (5/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tradisi Mekotek merupakan salah satu tradisi tolak bala dengan tujuan memohon keselamatan yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali atau setiap Hari Raya Kuningan.

Tradisi Mekotek diikuti oleh 11 Banjar dan 3 Desa Adat di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Saat tradisi Mekotek ini berlangsung turut hadir juga beberapa relawan dengan kaos kuning bertuliskan "I'm A Trash Hero" atau "Saya Pahlawan Sampah".

Trash Hero merupakan gerakan membersikan sampah yang dilakukan oleh relawan.

Sampah yang dipungut khusus sampah anorganik seperti plastik, mika, dll.

Sebanyak 35 relawan gabungan dari Trash Hero Saba, Canggu dan Blahbatuh ikut partisipasi dalam Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (5/1/2019).

"Kami Trash Hero Indonesia berusaha hadir setiap kesempatan dalam kegiatan budaya atau apapun yang melibatkan masyarakat, untuk bersosialisasi dan berkonsolidasi bahwa kami bukan petugas kebersihan. Kami juga mengedukasi dan menginspirasi kepada masyarakat untuk berusaha menjaga sampahnya sendiri. Kalau bisa sama-sama melakukan bersih-bersih seperti ini. Kalau disiapkan relawan atau petugas kebersihan seperti ini saya yakin tidak ada lagi kesan bahwa setiap kegiatan di Bali ujung-ujungnya sampah," Jelas Wayan Aksara (49) Ketua Trash Hero Indonesia asal Gianyar.

Trash Hero Indonesia sudah berdiri sejak 4 tahun yang lalu.

Menurut pengakuan Ketua Trash Hero Indonesia, Wayan Aksara, ia mengawali aksinya tidak di Bali tetapi dari Pulah W kemudian ke Pulau Komodo dan baru ke Bali.

Para relawan sudah 2 kali hadir dalam Tradisi Mekotek dan bekerja sama dengan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Munggu.

"Kemarin kami di Gowa Lawah dan besok kami di Pura Mas. Kami mengajak sahabat semua, masyarakat semua agar mereka peduli dengan sampah. Terutama sampah plastik," tambahnya.

Trash Hero sendiri sudah memiliki 45 chapter di seluruh Indonesia.

"Mereka ini tidak ada imbalan apapun. Datang dari jauh dengan biaya sendiri. Saya tidak mau membangun partisipasi dengan iming-iming imbalan, nanti kalau imbalannya habis kesadarannya juga ikut habis," tutupnya. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved