Breaking News:

Cerita Orangtua Korban Tsunami Harus Bayar Rp 17 Juta, RSKM Cilegon Tak Terima Disebut Pungutan

Satu di antara korban tsunami Selat Sunda mengaku ditagih Rp 17,2 juta untuk biaya perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), Kota Cilegon.

Editor: Rizki Laelani
(KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN)
Nafis Naam korban tsunami dirawat di rumahnya di Rammanuju, Kota Cilegon, Minggu (6/1/2018). Sebelumnya Nafis menjalani perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dengan biaya yang harus dibayarkan Rp17,2 juta. 

Nafis kemudian dirawat di RSKM selama satu minggu di Kamar Melati 14.

Saat itu, kata Sulastri, sempat ada tindakan operasi untuk anaknya dengan 9 jahitan di tangan kanan dan 4 jahitan di tangan kiri.

"Operasi biayanya sekitar Rp 8 juta lebih, sempat ditanya bisa sediakan uang muka berapa, kami cuma ada tiga juta, ya sudah uang muka untuk operasi itu Rp 3 juta, ada kok kuitansinya," kata dia.

Saat hendak pulang ke rumah pada Minggu 30 Desember 2018, pihak rumah sakit memberi rekapan biya perawatan Nafis.

Sulastri menyebut, total biayanya adalah Rp 17.250.000.

Baca: Ini Status Artis VA yang Sudah Dipulangkan, Polisi Ungkap Alasannya dan Kasus Prostitusi Online

Baca: PBB Bali Masih Malu-malu Dukung Jokowi-Maruf, Anam Ungkap Alasannya

Baca: Sembunyi di Rumah Istri Kedua di Bondowoso, Putu Suastika Akhirnya Dijemput Polisi

Baca: Dicari Ita Wahyuni dan Hambali, Bayi Prematurnya yang Berusia 20 Hari Masih Ada di RS Sanjiwani

Baca: BREAKING NEWS - Jembatan Tukad Apad Jebol Diterjang Banjir, 130 KK Nyaris Terisolir

Baca: Kendali Yabes Tanuri, Pelatih Bali United Belum Tentu Mengarah Pada Teco

"Biayanya bisa dicicil, yang sudah saya bayarkan Rp 10,5 juta, kemudian dapat bantuan dari BPJS Rp 2,9 juta, jadi tinggal Rp 4 juta sekian lagi yang belum dibayarkan," kata dia.

Sulastri baru mengetahui jika biaya rumah sakit korban tsunami dibayari oleh pemerintah saat sudah ramai di media.

Dirinya mengaku, hanya bisa pasrah dengan biaya yang sudah dia keluarkan untuk perawatan anaknya.

Pihak RSKM Kota Cilegon, saat dikonfirmasi Kompas.com, menyebut pihak rumah sakit tidak menyalahi aturan dalam penanganan korban tsunami.

Semuanya disebut sudah sesuai prosedur. Kepala Bidang Humas RSKM Zaenal mengatakan, pihaknya merawat 62 korban tsunami, 47 korban bebas biaya, empat korban dikenakan biaya karena naik kelas termasuk Nafis Naam.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved