Wiki Bali

TRIBUN WIKI: Ini Gubernur Bali dari Masa ke Masa, Ada yang Nasibnya Tak Diketahui Hingga Sekarang

Ia memerintah hingga 1965 dan akhirnya hilang secara misterius dan dianggap jadi korban penculikan pasca G30S.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Kolase Tribun Bali
Gubernur Bali Ida Bagus Mantra (kiri), Made Mangku Pastika (tengah) dan Wayan Koster (kanan) 

 
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pemimpin (baca: Gubernur) Bali hadir silih berganti.

Tercatat sejak tahun 1950 Bali dipimpin oleh 10 pemimpin baik Gubernur maupun penjabat Gubernur.

Berikut pemimpin atau Gubernur Bali dari masa ke masa.

1. Anak Agung Bagus Sutedja (1950 - 1958)

Anak Agung Bagus Sutedja
Anak Agung Bagus Sutedja (wikipedia)

Ia merupakan putra Jembrana yang pertama kali menjadi pimpinan daerah Bali dan merupakan tokoh Bali yang setia dengan Soekarno.

Sutedja diangkat sebagai pimpinan daerah Bali tahun 1950 ketika Bali masih menjadi bagian dari Provinsi Sunda Kecil.

Ketika itu ia masih berusia relatif muda yaitu 27 tahun yang diangkat berdasarkan keputusan Dewan Pemerintahan Daerah sebagai pemimpin badan eksekutif Bali.

2. I Gusti Bagus Oka (1958-1959)

 I Gusti Bagus Oka merupakan penjabat sementara Kepala Daerah Bali menggantikan Anak Agung Bagus Sutedja.

Ia menjabat selama setahun.

Salah satu tugas dari Bagus Oka saat itu yaitu mempersiapkan pemilihan gubernur yang dilaksanakan Desember 1959.

3.  Anak Agung Bagus Sutedja (1959 - 1965)

Tahun 1959 kembali Anak Agung Bagus Sutedja dilantik sebagai Gubernur Bali.

Ia memerintah hingga 1965 dan akhirnya hilang secara misterius dan dianggap jadi korban penculikan pasca G30S.

Sutedja terpilih dalam pemilihan gubernur yang diselenggarakan oleh DPR-GR Bali tahun 1959 serta dilantik oleh Bung Karno.

Akhir masa jabatan dari Sutedja sendiri tak berlangsung baik.

Ia kehilangan jabatannya setelah meletusnya G30S tahun 1965.

Anak Agung Bagus Sutedja diperkirakan hilang tanggal 29 Juli 1966 di Jakarta.

4. I Gusti Putu Martha (1965-1967)          

Setelah masa pemerintahan Anak Agung Bagus Sutedja berakhir, lalu digantikan oleh I Gusti Putu Martha.

Ia lahir tahun 1913 dan meninggal tahun 1992.

Ia memerintah selama dua tahun yaitu tahun 1965 hingga 1967.

Setelah itu ia digantikan oleh Soekarmen.

5. Soekarmen (1961-1971)

Soekarmen
Soekarmen (Wikipedia)

Soekarmen merupakan lelaki kelahiran Blitar, Jawa Timur tahun 1925.

Ia memimpin Bali selama dua periode yaitu tahun 1967 - 1971 dan tahun 1971 - 1978.

Sebelum terpilih sebagai Gubernur Bali tanggal 1 November 1967 ia merupakan Komandan Korem 163/ Wirasatya di Denpasar.

Ia meninggal pada tanggal 10 September 1988 di Malang, Jawa Timur, saat umur 63 tahun.

6. Ida Bagus Mantra (1978-1988)

Ida Bagus Mantra
Ida Bagus Mantra (Wikipedia)

Ida Bagus Mantra adalah Gubernur Bali yang menggantikan Soekarmen.

Dilahirkan di Badung tanggal 8 Mei 1928, ia menjabat dari tahun 1978 hingga 1988.

Ia merupakan tokoh dibalik berdirinya Fakultas Sastra Udayana yang diresmikan tanggal 29 September 1958 dan menjabat sebagai Rektor Unud yang pertama tahun 1964 - 1968.

Ida Bagus Mantra juga menggagas Maha Widya Bhawana Institut Hindu Dharma (IHD) yang kini jadi Universitas Hindu Indonesia Denpasar dan juga sebagai salah seorang pendiri Parisada Hindu Dharma Bali.

Dimasa pemerintahannya sebagai Gubernur Bali ia mendirikan Taman Budaya Art Center, penggagas Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga berdirinya Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

Usai memerintah di Bali kemudian diangkat sebagai duta besar Indonesia untuk India dan meninggal 10 Juli 1995  karena sakit ginjal.

7. Ida Bagus Oka (1988-1998)

Ida Bagus Oka
Ida Bagus Oka (Wikipedia)

Ida Bagus Oka merupakan Gubernur Bali ketujuh yang menjabat tahun 1988-1998.

Lahir tanggal 16 April 1936, ia merupakan pengganti dari Ida Bagus mantra sebagai Gubernur Bali.

Usai menjabat sebagai Gubernur Bali, pada masa kepemimpinan BJ Habibie ia diangkat sebagai Menteri Negara Kependudukan.

Ia meninggal 7 Maret 2010 di RSUP Sanglah akibat penyakit komplikasi jantung dan stroke. 

8. Dewa Made Beratha ( 1998-2008)

Dewa Beratha
Dewa Beratha (Wikipedia)

 Pada tahun 1998 hingga 2008, yang menjabat Gubernur Bali yaitu Dewa Made Beratha.

Ia lahir di Gianyar, 12 Juli 1941 dan menjabat sebagai Gubernur Bali kedelapan.

Pada periode pertama pemerintahnya, tahun 1998 - 2003 ia memerintah bersama wakilnya I Gusti Bagus Alit Putra.

Sedangkan pada periode kedua tahun 2003 - 2008 ia memerintah bersama I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan 

9. I Made Mangku Pastika (2008-2018)   

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika (Istimewa)

 I Made Mangku Pastika lahir di Seririt, Buleleng, Bali, 22 Juni 1951.

Ia merupakan Gubernur Bali kesembilan yang juga merupakan purnawirawan kepolisian.

Mangku Pastika memerintah selama dua periode.

Periode pertama ia memerintah tahun 2008 hingga tahun 2013 dengan wakilnya AA Ngurah Puspayoga yang kini menjabat sebagai Menteri UMKM RI.

Dan pada periode kedua tahun 2013 hingga 2018 ia memerintah bersama I Ketut Sudikerta.

Tanggal 29 Agustus 2018 ia resmi melepas masa jabatannya setelah memerintah Bali selama 10 tahun.

10. Hamdani (2018)

Hamdani
Hamdani (Istimewa)

Hamdani merupakan penjabat sementara menggantikan I Made Mangku Pastika dan sebelum dilantiknya Wayan Koster yang terpilih sebagai Gubernur Bali periode 2018 - 2023.

Hamdani yang merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pada 29 Agustus 2018.

Masa pemerintahannya pun tergolong singkat hingga 5 September 2018.

11. I Wayan Koster (2018-2023)

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Tribun Bali/Wema Satya Dinata)

I Wayan Koster bersama wakilnya Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dilantik tanggal 5 September 2018 di Istana Presiden Jakarta dan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo.

Ia naik sebagai Gubernur Bali setelah mengalahkan pesaingnya yaitu IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta dalam Pilkada Bali tanggal 27 Juni 2018.

Sebelum menjadi Gubernur Bali, lelaki kelahiran 20 Oktober 1962 ini merupakan anggota DPR RI Fraksi PDIP sejak 1 Oktober 2004 hingga 26 Februari 2018. (*)

 
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved